Membaca salah satu judul yang dibuat oleh mak lampir yang saya tanggapi dengan kartu merah merah karena menurut saya jelas2 melecehkan meski isinya meng-copas dr tempat lain, tapi memberikan judul "Pembalasan Thay Sang Lo Kun">>>>>dalam hati saya, kok bisa-bisanya kita sebagai manusia menggambarkan pencipta kita, Tuhan kita (sebagai taoyu saya sebut TAO / Thay Sang) sebagai "sesuatu" yang sangat kejam, yang pendendam, yang tukang hukum manusia dll dsbnya>>>>
Apa memang Tuhan begitu pendendamnya sehingga akan melakukan pembalasan kepada manusia yang notabene lebih lemah ???
sama seperti sebuah ajaran lain, yang menggambarkan TUHAN itu sangat sadis, membinasakan manusia di 2 kota hanya tidak percaya adanya Tuhan, yang hanya karena sebuah buah apel, maka selama ribuan tahun terus dendam dengan menjadikan semua anak cucu orang tersebut sebagai manusia bersalah (berdosa) meski yang berbuat sudah tidak tahu kemana, yang karena ketidak tahuan dan keinginan tahuan manusia, maka membuat marah Tuhan dan banyak memberikan contoh yang menggambarkan akibat2 kalau Tuhan murka, misalnya banjir besar, pembantaian besar2an dll>>>>>kalau memang Tuhan ingin manusia menuruti semua keinginanNya, yach mungkin Tuhan seharusnya menciptakan patung mannequin di sisi Nya, atau anjing sebagai makluk utama di bumi ini>>>>
Apakah Tuhan memang segitu cepat putus asa nya dalam mendidik ciptaanNya sehingga lebih baik menghancurkan di banding mendidiknya? kalau seorang Ibu sebagai seorang manusia saja bisa bersabar dalam mendidik anaknya yang durhaka dan jahat dan tidak berpikir membinasakan, kenapa Tuhan tidak mempunyai kesabaran lebih sehingga terus mengancam akan membuat KIAMAT untuk membinasakan seluruh makluk ciptaanNya???
Jadi kembali lagi, apakah memang Tuhan seperti gambaran di atas??? ataukah manusia (termasuk nabi2 dulu) yang salah menggambarkan atau membuat penafsiran karena memakai metode "kataNya" ???
kita seharusnya mengerti bahwa Tuhan (TAO / Thay Sang) adalah Maha kasih, Maha Adil dan Maha Segalanya>>>>maka seharusnya hubungan kita terhadap pencipta kita adalah seperti hubungan orang tua terhadap anaknya. Orang tua yang senantiasa membimbing, mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang dan adil.
janganlah kita menciptakan Tuhan sebagai momok yang lebih sadis dari setan, yang menciptakan ketakutan >>>>karena doktrinisasi sudah tidak sesuai perkembangan jaman modern yang sudah memberikan tingkat kecerdasan yang berbeda. manusia seharusnya takut berbuat jahat bukan belenggu ancaman tetapi karena pengertian dan kesadaran mengenai akibat dari perbuatan tersebut.
Sebagaimana orang tua otoriter>>>>jenis orang tua yang melarang anaknya bermain korek api dan menjadikan korek api sebagai ibarat barang kutukan yang tidak boleh di sentuh, yang bisa membuat murka orang tua dengan mengebuk secara sadis anak2nya hanya karena melanggar perintah, yang mengancam akan mematikan (membinasakan) anak sebagai hukuman >>>>justru lebih membuat sang anak penasaran dan melawan untuk mencuri2 pegang korek api dan membuktikan korek api tidak berbahaya>>>>
dibanding jenis orang tua yang mendidik anaknya dengan penuh kasih yang akan menyalakan korek api bersama dan mencoba mendekatkan api sehingga sang anak bisa merasakan panasnya api dan membakar sebuah kertas sbg contoh untuk memperlihatkan kepada sang anak akan bahayanya api dan akibat yang bisa di timbulkan oleh api>>>>
Apa yang akan terjadi dan apa perbedaan yang terjadi dari dua perbedaan pendekatan????
jadi janganlah kita menbjadi bodohhhh atau dibodohhhhi dalam beragama>>>>>karena justru lewat ajaran agama yang baik>>>maka kita harusnya makin pintar, makin siap menjalani liku-liku kehidupan ini dengan baik, bisa mengerti mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, bagaimana menjadi manusia yang baik dan bijak dalam kehidupan ini>>>lewat agama yang baik kita bisa menikmati indahnya kehidupan dengan baik tanpa perlu rasa takut.
ITULAH AGAMA YANG BENAR>>>Itulah yang teecu rasakan setelah siutao di Tao Thay Shang Men (Tao TSM).
Ahahahaha, betul sekali pendapat Teecu ini! ... Jelas TAO / TUHAN itu maha adil; maha pengasih; maha penyabar dan serba maha lainnya! Tapi jelas tidak maha sadis dan maha kejam toh! ... ha ha ha
Dengan kemahatahuannya, DAI SANG LAO JUN sudah jelas tidak perlu melakukan tindakan pembalasan seperti yg difitnahkan oleh orang2 dungu yg berani2nya menterjemahkan sebuah kitab suci secara serampangan begitu! ... ha ha ha
Dari tulisan2 yg tidak bertanggung-jawab yg sengaja ditonjolkan oleh oknum lampir itu, kita sesungguhnya malah mendapat kesempatan untuk menangkap dan menuduh oknum tsb sebagai telah melakukan tindakan menodai agama orang lain secara tidak bertanggung-jawab! ... Sekarang tinggal bagaimana keinginan kita saja! ... Mau secara hukum manusia atau secara fak / spiritual? ... ha ha ha
Nah saya kira sampai disini, para Moderator mestinya mulai sadar, betapa berat tugas kalian2 ini, karena itu gunting harus diasah lebih tajam! Gantung saja oknum2 yg memang sudah ketahuan suka memasukkan topik2 perlecehan seperti oknum lampir itu! ... ha ha ha
xixixixixixixixixixi, ogut setuju dengan tulisan2 diatas, sesungguhnya penggunaan nick seseorang kadang2 sudah bisa menunjukkan sifat pemakainya! kalau orang yg suka memakai nama2 jenis iblis dan setan, atau memakai nick dengan bau2 'sara', maka biasanya pasti otaknya sudah kagak beres alias sudah ada gangguan jiwa!xixixixixi
karena itu sekalian ogut menghimbau azaa dech, bagi pembaca yg berbudi luhur, pakailah nick yg mengandung arti yg baik, jangan memakai istilah setan; iblis; dan istilah sara lainnya dalam situs keagamaan seperti stc ini!
Ahahahaha, betul sekali pendapat Teecu ini! ... Jelas TAO / TUHAN itu maha adil; maha pengasih; maha penyabar dan serba maha lainnya! Tapi jelas tidak maha sadis dan maha kejam toh! ... ha ha ha
Dengan kemahatahuannya, DAI SANG LAO JUN sudah jelas tidak perlu melakukan tindakan pembalasan seperti yg difitnahkan oleh orang2 dungu yg berani2nya menterjemahkan sebuah kitab suci secara serampangan begitu! ... ha ha ha
Dari tulisan2 yg tidak bertanggung-jawab yg sengaja ditonjolkan oleh oknum lampir itu, kita sesungguhnya malah mendapat kesempatan untuk menangkap dan menuduh oknum tsb sebagai telah melakukan tindakan menodai agama orang lain secara tidak bertanggung-jawab! ... Sekarang tinggal bagaimana keinginan kita saja! ... Mau secara hukum manusia atau secara fak / spiritual? ... ha ha ha
Nah saya kira sampai disini, para Moderator mestinya mulai sadar, betapa berat tugas kalian2 ini, karena itu gunting harus diasah lebih tajam! Gantung saja oknum2 yg memang sudah ketahuan suka memasukkan topik2 perlecehan seperti oknum lampir itu! ... ha ha ha
Xie Shen En.
da jia xue dao hao,
dunia ini memang butuh yin yang untuk mencapai keseimbangan>>>>>tanpa yang aneh2 kayak mak lampir, mungkin banyak yang tidak tahu kebenarannya dan masih terjebak kepada hal2 misin yang tidak berlogika>>>>
jadi yach memang SS SR musti sering2 memberikan jawaban trus dlm STC ini supaya semakin banyak yang tersadarkan akan kebodohhannya selama ini>>>>
jadi teecu setuju dengan moderator, selama tidak keterlaluan atau terlalu jauh menghujat dsbnya, maka biarkan saja>>>>yg penting SS SR rajin2 mencounter balik jawaban2 yg berlogika dan sesuai ajaran tao yang benar shg maksud2 jelek dari mereka malahan membuat orang umum yang turut membaca menjadi semakin tersadarkan sehingga menjadi tambah pintar hehehehhe>>>>>>paling ndak pembodohhaan yang selama ini dilakukan oleh para pemuka agama dengan menakut2i para umatnya menjadi terbuka kedoknya>>>>biar kapok mereka>>>>maunya menjelekkan orang lain malahan kena sendiri kotorannya hehehehe