X
Conversation Detail Module
Collapse
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Kumpulan Puisi - Puisi Klasik (Tang & Ming)

    Da Jia Xue Dao Hao,

    Ada yang mau belajar puisi-puisi klasik China ga? kalo ada yang berminat ntar gw post satu2 sekalian ama JieShi (Arti) nya. Kalau ada yang mau nambahin puisi jg bole skalian kita belajar Hanyu. Soalnya gw sendiri jg lg belajar jd Hu Xiang Xue Xi :khi16003::khi16003::khi16003: (sama2 belajar) :):):):)

    gw mulai dengan satu puisi klasik dari Dinasti Tang

    登 鹳 雀 楼 (王之涣,688年 - 742年)
    Deng Guan Que Lou (Wang Zhi Huan - Tahun 688 M - 742 M)

    白 日 依 山 尽
    bi r yī shān jn
    黄 河 入 海 流
    hung h r hǎi li
    欲 穷 千 里 目
    y qing qiān lǐ m
    更 上 一 层 楼
    gng shng y cng lu

    Baris I menceritakan pada saat senja tiba, gemerlapan dari cahaya matahari senja bersandar pada gunung pelan-pelan terbenam.
    Baris II menceritakan arus sungai kuning (huang he) yang bergulung-gulung, menghadap ke timur mengalir ke lautan luas.
    Baris III & IV menceritakan penyair berdiri disini (tempat dia berdiri pada saat itu) dapat melihat ke arah yang jauh memandang pemandangan yang indah harus melalui perjalanan mendaki gunung menuju ke suatu bangunan di tempat yang tertinggi di gunung itu. (rada ribet tata bahasanya soalnya kalo diterjemahin ke Indonesia)

    Puisi ini mengkiaskan "Jika ingin memiliki prestasi, kesuksesan haruslah memahami ketekunan/rajin dan juga jerih payah, ini adalah proses yang harus dijalani untuk mencapai hal itu."

    Puisi ini digunakan untuk memberi semangat untuk tetap maju selangkah demi selangkah menuju keberhasilan.

    Salam Dao,

    Xie Shen En

  • #2
    Bole nih.... aye mau.... tak tungguin post berikutnya..... eh ngeluarin gambar2 monyet kacamata itu gmn caranya ya?.... :)

    Comment


    • #3
      Originally posted by longhu View Post
      Bole nih.... aye mau.... tak tungguin post berikutnya..... eh ngeluarin gambar2 monyet kacamata itu gmn caranya ya?.... :)
      Caranya pake rumus bro.
      Liat rumusnya di sini http://community.siutao.com/misc.php?do=showsmilies
      :tongue:

      Comment


      • #4
        Da Jia Xue Dao Hao,

        Yang selanjutnya nih : Lagu QiuPu dari sastrawan no 2 China sepanjang Sejarah China Li Bai (Dinasti Tang) (701-762).

        qiū pǔ gē tng lǐ bi
        秋 浦 歌 (唐) 李 白

        bi fǎ sān qiān zhng
        白 发 三 千 丈,

        yun chu s g chng
        缘 愁 似 个 长。

        b zhī mng jng lǐ
        不 知 明 镜 里,

        h chǔ de qiū shuāng
        何 处 得 秋 霜

        Terjemahan Inggrisnya gw copas dari http://q.sohu.com/forum/7/topic/1413491
        The hoary hair is ten miles long,
        Because the sorrows are as long.
        In mirror, no one knows at all,
        Where came on head the frost of fall?

        kl Indonesianya :
        Baris I Rambut Putihku seperti 3000 zhang (1 zhang sekitar 3,33 meter) mengkiaskan kesedihan perasaan hati seperti rambut putih yang sedemikian panjang.
        Baris II Tetapi pada saat saya melihat cermin, masih tidak mengenal yang ada dicermin itu adalah saya sendiri.
        Baris III&IV Kapan tumbuh rambut putih diseluruh kepalaku yang menyerupai salju dan embun di musim gugur.

        Puisi ini mengkiaskan : "Perpisahan adalah hal yang melukai perasaan hati, kita harus menghargai dan terhadap orang yang dekat dan dikasihi setiap saat. Jangan mengabaikan kasih persaudaraan dan keluarga yang begitu penting."

        mohon Reputation Point dnk hehehhee
        tunggu posting berikutnya:khi2h:.....sambil latihan :khi9j: :khi10_003::khi5d::khi6m::yociexp42: :yociexp103: :khi5m::yociexp36:

        Comment


        • #5
          Hebat bro postnya.... dah tak kasih reputation point..... sori rep power aye cuma 1 ya bro... masih kroco... :) ditunggu terus lho bro.... cia yuuu.....

          Comment


          • #6
            Originally posted by pringdadi View Post
            Hebat bro postnya.... dah tak kasih reputation point..... sori rep power aye cuma 1 ya bro... masih kroco... :) ditunggu terus lho bro.... cia yuuu.....
            TaCiaSieTaoHaw,

            Sayangnya ngga bisa mendengar "pe'lagu'an-nya" yah bro.
            Tapi beneran rajin nih bro Siaumen.
            Ikutan ngasi angpao deh...hehehehe...
            Teruskan kerja bagusnya bro Siaumen!

            Soal rep poin, jangan berkecil hati bro, yang penting tulus ikhlas dengan alasan yang jelas.
            Eh, ngomong2 soal kita yang masih kroco, kalo liat rep power'nya bro Shanmao jadi mupeng juga yah....cleguks....hihihihi...
            :grin:

            SiuTaoTaCiaHaw.

            Comment


            • #7
              Ta Chia Siek Tao Hao,

              Resepnya mudah. :)
              Terus stay tune di STC, posting yang banyak dan dapat "angpao" yg banyak. Maka Rep Power nya pasti naik. :)
              - Setiap 730 hari sejak username di daftarkan, plus 1 Reputation Power.
              - Setiap 1000 posting, plus 1 Reputation Power.
              - Setiap 1000 Reputation Points, plus 1 Reputation Power.
              Detailnya disini.
              Kita-kita ada rencana menjadikan Reputation Points sebagai salah satu syarat Member naik menjadi Full Member. :)
              Sehingga ayo jangan pelit-pelit kasih Reputation (Angpao) kepada teman-teman yang lain.
              Reputation ini adalah dari, oleh dan untuk member semua. :)

              Comment


              • #8
                Da Jia Xue Dao Hao,

                :lacay23: Akhirnya ada waktu buat post puisi berikutnya : Dari Li Bai juga Si Dewa Puisi. Selamat dinikmati..... Mohon diberi pendapat dan sarannya.

                jng y sī - lǐ bi tng shī
                静 夜 思 - 李 白 (唐 诗)

                chung qin mng yu guāng
                床 前 明 月 光

                y sh d shng shuāng
                疑 是 地 上 霜

                jǔ tu wng mng yu
                举 头 望 明 月

                dī tu sī g xiāng
                低 头 思 故 乡

                Nih puisi terkenal banget, judul inggrisnya Silent Night Thought atau Pikiran di Malam yang Sunyi.

                Inggrisnya : (dari http://ph.answers.yahoo.com/question...2064811AAN8OO1)
                "The moon shines brightly above my bed,
                Frost is on the ground.
                Lifting my head up to the sky and see the bright moon,
                I think of my hometown as i lower my head"

                Baris I; Sinar Rembulan yang masuk menyinari depan ranjang ku,
                Baris II; Saya ragu-ragu apakah itu adalah embun yang membeku,
                Baris III; Mengangkat kepala memandang rembulan di langit,
                Baris IV; Kepala pun tertunduk memikirkan kampung halaman.:lacay12:

                Puisi ini mengkiaskan " Perasaan rindu dalam serta disertai kekuatiran yang terus menerus tiada habisnya dialami oleh seorang petualang dari sejak dulu."
                Puisi ini juga dapat mengekspresikan perjalanan hidup yang berliku-liku penuh rintangan.

                Tunggu postingan berikutnya, :lacay5::lacay24002:

                Salam Dao,


                XSE

                Comment


                • #9
                  Ta Chia Siek Tao Hao,

                  Hallo Siaumen, Kalau nggak salah kumpulan Puisi klasik ini ada sekitar 300 an, zaman dulu orang2 yg terpelajar harus bisa menghafalnya, supaya bisa menonjolkan kehebatannya ( Banyaknya minum tinta!) saat ada acara berbalas pantun; pesta dsb. .......:yociexp36:........ Maka dari itu orang2 yg ngaku sebagai muridnya KHONG HU CU sebaiknya harus hafal syair2 Puisi Klasik tsb! ................ ha... ha... ha :sure:

                  Sebagai bangsa INDONESIA, mestinya kalau mau menterjemahkan kelompok syair Puisi ini, ya sebaiknya diusahakan menggunakan bahasa INDONESIA sebagus mungkin, supaya orang bisa menikmati suasana hati penyairnya ketika menciptakan puisi diatas! ............ ha... ha... ha :yociexp97:

                  Sayang saya sendiri kurang paham dengan puisi2 tsb, hanya beberapa yg saya suka, diantara ya yg barusan anda tayangkan ini, saya coba terjemahkan dalam bahasa INDONESIA yg lebih elegan ya:

                  Judul (Rindu Dalam Heningnya Malam Purnama.)

                  Sinar Purnama Menerpa Lantai Depan Ranjangku
                  Aku Ragu Apakah Itu Salju Membeku dibawah sana
                  Saat Mendongak Terlihat Bulan Purnama Yang Indah
                  Beratnya Rindu Kampung Halaman Memaksaku Merundukkan Kepala


                  Emm rasanya kalimat2 begini lebih pass dengan suasana hati pengarang Puisi nya! ............ ha... ha... ha :lacay35:

                  Salam hangat TAO. XIE SHEN EN. :go:

                  Comment


                  • #10
                    Originally posted by SHAN_MAO View Post

                    Sebagai bangsa INDONESIA, mestinya kalau mau menterjemahkan kelompok syair Puisi ini, ya sebaiknya diusahakan menggunakan bahasa INDONESIA sebagus mungkin, supaya orang bisa menikmati suasana hati penyairnya ketika menciptakan puisi diatas! ............ ha... ha... ha :yociexp97:
                    Da Jia Xue Dao Hao,

                    Terima kasih atas masukkannya SS ShanMao. Mengenai terjemahan bahasa Indonesianya memang saya ngaku nih rada susah bagi saya, soalnya menerjemahkannya per kata-kata gt susah amet.....:lacay27002::lacay38:
                    Tapi saya coba deh di terjemahkan ke dalam bahasa puisi Indonesia...
                    Duo Xie Duo Xie....:lacay33::lacay19:

                    Salam Dao,

                    XSE

                    Comment


                    • #11
                      Originally posted by SHAN_MAO View Post
                      Ta Chia Siek Tao Hao,

                      Hallo Siaumen, Kalau nggak salah kumpulan Puisi klasik ini ada sekitar 300 an, zaman dulu orang2 yg terpelajar harus bisa menghafalnya, supaya bisa menonjolkan kehebatannya ( Banyaknya minum tinta!) saat ada acara berbalas pantun; pesta dsb. .......:yociexp36:........ Maka dari itu orang2 yg ngaku sebagai muridnya KHONG HU CU sebaiknya harus hafal syair2 Puisi Klasik tsb! ................ ha... ha... ha :sure:

                      Sebagai bangsa INDONESIA, mestinya kalau mau menterjemahkan kelompok syair Puisi ini, ya sebaiknya diusahakan menggunakan bahasa INDONESIA sebagus mungkin, supaya orang bisa menikmati suasana hati penyairnya ketika menciptakan puisi diatas! ............ ha... ha... ha :yociexp97:

                      Sayang saya sendiri kurang paham dengan puisi2 tsb, hanya beberapa yg saya suka, diantara ya yg barusan anda tayangkan ini, saya coba terjemahkan dalam bahasa INDONESIA yg lebih elegan ya:

                      Judul (Rindu Dalam Heningnya Malam Purnama.)

                      Sinar Purnama Menerpa Lantai Depan Ranjangku
                      Aku Ragu Apakah Itu Salju Membeku dibawah sana
                      Saat Mendongak Terlihat Bulan Purnama Yang Indah
                      Beratnya Rindu Kampung Halaman Memaksaku Merundukkan Kepala


                      Emm rasanya kalimat2 begini lebih pass dengan suasana hati pengarang Puisi nya! ............ ha... ha... ha :lacay35:

                      Salam hangat TAO. XIE SHEN EN. :go:

                      TaCiaSieTaoHaw,

                      Waaa...;-)...bro Shanmao hebat....beneran nih....
                      Hanya dengan sedikit merombak kata2 sudah menimbulkan pengaruh yang besar.

                      Baca 4 baris aja bisa terhanyut perasaannya...:cry:
                      Angpao siap meluncurrr!!
                      :go:

                      SiuTaoTaCiaHaw.

                      Comment


                      • #12
                        TaCiaSieTaoHaw,

                        Lho, hehehehe...sori bro...berhubung kemaren udah, sekarang masi blom bisa ngasi anda lagi...hehehe...
                        Saya kasi jempol aja yah bro...hehehehe...
                        :grin:

                        SiuTaoTaCiaHaw.

                        Comment


                        • #13
                          TaCiaSieTaoHaw,

                          Dalam bayangan saya, sang penulis baru masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
                          Namun fenomena pemandangan yang ada mencengangkan'nya.
                          Putihnya sinar terang rembulan yang masuk dari jendela.
                          Mendongak dilihat'nya bulan purnama...teringat saat dahulu memandang purnama dari kampung halamannya.
                          Kerinduan pada kampung halaman membuat hati'nya ter'enyuh hingga badan terasa lemas dan kepala'pun tertunduk...
                          Ahh...rupanya manusia memang lebih "kurus" dari bunga krisan....
                          :cry:

                          SiuTaoTaCiaHaw.

                          Comment


                          • #14
                            Sebagian posting pada thread ini di split menjadi thread baru karena tidak sesuai dng thread awal. Pada: http://community.siutao.com/showthread.php?t=3852

                            Comment


                            • #15
                              Ta Chia Siek Tao Hao,

                              Hallo Sponbob, wah anda termasuk orang yg peka dalam membaca sesuatu, dan saya salut, walaupun peka, anda bisa menerima segala bentuk kata dan kalimat kedalam pemahaman yg positif, tidak mati disatu titik! ............ ha... ha... ha :lacay35:

                              Bagus sekali pemahaman anda terhadap puisi ini, saya memang tidak terlalu memahami puisi2 klasik secara baik, namun saya sangat suka dengan puisi yg satu ini! Apalagi dulu ketika saya masih bekerja dalam hutan yg sunyi! Rasanya setiap tgl 1 dan 15 Imlek, saya pasti akan teringat puisi ini! ........... ha... ha... ha :cold:

                              Ayo lainnya, silahkan beri pandangannya terhadap puisi ini!

                              Salam hangat TAO. XIE SHEN EN.

                              Comment

                              Working...
                              X

                              Fatal error: Uncaught Database error in vBulletin 5.0.4: Invalid SQL: /** saveDbCache */ SELECT * FROM vbstc_cacheevent WHERE cacheid IN ('vb_readperms','getSearchResults_9e57f99d8353f69f7b9b60ea5373d5d9','pageNav_2','vbnodetext3565_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_3565_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext31577_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_31577_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext31588_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_31588_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext31662_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_31662_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext31668_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_31668_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext31709_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_31709_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext31719_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_31719_6_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodet in /home/siutaoc/public_html/community/core/vb/database.php on line 1191