This topic is closed
X
X
Conversation Detail Module
Collapse
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Organisasi dan Berorganisasi ( 1 )

    Organisasi dan Berorganisasi ( 1 )
    oleh butongpay

    Walaupun PUTI telah berdiri kurang lebih 5 tahun namun saya pikir menarik sekali kalau kita membahas kata 'organisasi'.Siapa
    tahu masukan dan hasil disikusi dapat menambah wawasan dan wacana berpikir kita dalam berorganisasi.

    Pada awal perkembangan jaman,manusia adalah mahluk individu.Dengan bertambahnya manusia & tuntutan hidup dalam bermasyarakat,
    manusia mulai merasakan perlunya ber-organisasi karena adanya tujuan & cita - cita yang sama.

    Perkembangan organisasipun semakin kompleks ketika jumlah anggota semakin banyak dan ditambah lagi dengan jumlah anggota
    yang tersebar di berbagai tempat.Untuk itu perlu penanganan yang baik & terencana.

    Menurut saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik,yaitu :

    - Management

    Management menyangkut bagaimana kita mengatur & mengolah sumber daya perusahaan agar dapat dimanfaatkan sebesar - besarnya
    demi kepentingan anggotanya.

    - System

    Manajemen yang baik memerlukan sistem yang dapat menunjang berjalannya operasional perusahaan.

    - Human Resources ( Sumber Daya Manusia )

    Manajemen atau System tidak akan berjalan dengan baik jikalau sumber daya manusia tidak dapat mendukungnya. Untuk itu
    diperlukan tenaga professional yang dapat mendukung berjalannya sebuah organisasi.

    - Teknologi Informasi

    Seperti kita ketahui perkembangan teknologi informasi sudah menjadi salah satu komponen penting dalam organisasi.Baik itu
    dalam menunjang operasional perusahaan ataupun sebagai lembaga pembelajaran anggotanya yang mungkin kita kenal sekarang dengan
    istilah e-learning organization bahkan knowledge-based organization.

    Baik organisasi waralaba ataupun non waralaba sama-sama membutuhkan penanganan yang professional agar tujuan & cita-cita
    perusahaan dapat tercapai.Merevisi diri mungkin kata yang tepat agar arah tujuan organisasi selalu dapat diperbaharui.

    Penanganan organisasi non waralaba mungkin berbeda jauh dalam hal pelaksanaannya karena diperlukan kesadaran dari
    anggotanya.Dalam menjalankan organisasi non waralaba ada 2 faktor yang mungkin perlu dipertimbangkan

    - Dana Operasional

    Seperti kita ketahui setiap kegiatan organisasi hampir-hampir tidak pernah terlepas dengan apa yang disebut dana. Tanpa
    dana hampir mustahil sebuah kegiatan organisasi dapat dilaksanakan.

    - Sumber Daya Manusia

    Kerelaan dari anggota untuk menjadi tenaga operasional sangat diperlukan baik itu untuk menjalankan kegiatan sehari - hari
    ataupun kegiatan organisasi yang bersifat eksidental.

    Saya pikir kegiatan organisasi non waralaba sangat tergantung dari Kesadaran & keinginan anggotanya untuk melayani anggota
    lainnya.Sadar ataupun tidak sadar, kita dapat bertumbuh dan berkembang karena adanya organisasi yang solid. Kita perlu
    menyadari bahwa organisasi kita harus bisa berkembang menjadi knowledge organisasi dan bukan hanya sebagai learning organisasi.
    Untuk itu diperlukan langkah - langkah yang kongkrit agar manfaat organisasi dapat dirasakan semua anggotanya.

    Adapun langkah-langkah awal yang dapat di ambil adalah

    - Sumber Dana.

    Sumber dana mungkin dapat kita generate melalui :

    1. Dana Kolektivitas yaitu dana yang kita dapat pada saat pada saat adanya kegiatan spt Ciang Tao.
    2. Kung Tek Siang yaitu dana yang di ambil berdasarkan kesadaran taoyu untuk menunjang operasional taokwan.
    3. Penerbitan buku,majalah & kaset yang di dapat dari kegiatan Ciang Tao,penulisan & penterjemahan buku oleh taoyu,
    Tujuan penerbitan,majalah & kaset selain sbg sumber dana juga baik sebagai sumber pendidikan bagi taoyu untuk bertumbuh
    dan berkembang. Dari segi perizinan mungkin PUTI / MTI dapat membantu.
    4. Dana Eksidentak yaitu dana yang kita dapat dari sebuah kegiatan yang tidak rutin spt. Huang Ie Chi Huei,Kenaikan Huang Ie,
    Pao Un,dll.
    5. Dana dari hasil penjualan assesories ( arca,kalung,dll ).
    6. Sumbangsih daripada dermawan ataupun "simpatisan"
    7. Kegiatan pendidikan untuk memperdalam pengetahuan Tao.Perlu perencanaan yang matang baik itu schedule ataupun mata
    pelajaran dan dosen pendidik.

    Sebenarnya inti dari langkah-langkah di atas adalah bagaimana kita mendapat sumber dana abadi yang dapat menunjang
    kegiatan organisasi tentunya melalui kegiatan - kegiatan yang bermanfaat untuk taoyu dan masyarakat pada umumnya.

    - Sumber Daya Manusia

    Sumber Daya Manusia merupakan sumber penting bagi terlaksananya kegiatan para taoyu.Ada beberapa sumber SDM yang mungkin dapat
    menunjang kegiatan para taoyu

    a. Young Resources ( taoyu yang masih kuliah / sma ).
    b. Taoyu yang dibiayai dari dana para taoyu.
    c. Taoyu 'sukarelawan' yang bisa membantu pada saat acara eksidental ( Taoyu sukarelawan adalah taoyu yang mempunyai pekerjaan tetap ).

    Perlu digarisbawahi bahwa sumber SDM harus didasarkan atas kesadaran diri sendiri bukan berdasarkan keterpaksaan.

    Langkah - langkah selanjutnya mungkin kita dapat melihat langkah pendukung & penguat agar organisasi dapat terpelihara
    dan semakin kuat spt yang saya ungkapkan di atas yaitu selalu memperbaharui sistem & penerapan teknologi informasi.

    Pada akhirnya kita sepakat dan mendukung bahwa sbg taoyu kita harus saling bahu membahu dan taokwan ( PUTI ) sbg tempat
    kita berwadah dapat dijadikan sbg tempat bertumbuh dan berkembang bagi taoyu dan tentunya demi kemajuan kita bersama.

    Mungkin rasa memiliki harus kita kembangkan dari sekarang,terimakasih.

    8 Desember 2003

  • #2
    Coba nambahin dikit ah ....

    Kesemua yg disebut diatas pada dasarnya sangat baik dan positif , saya pribadi cukup setuju . Berawal dari komunitas informal kecil , yg kemudian berkembang secara cepat memang pada akhirnya dibutuhkan perangkat formal ( organisasi ) untuk mewadahi , menata , serta menyalurkan aspirasi aspirasi para anggotanya .

    Nah aspirasi aspirasi anggota-anggota ini yg ruwet jika harus ditampung semuanya ...tentunya sebuah organisasi yg masih muda akan mengalami kesulitan untuk menyerap dan merealisasikan semua aspirasi yg berkembang , oleh karena itu biasanya pada mulanya beberapa orang aktivis yang mempelopori dan biasanya kemudian menjelma menjadi pendiri dan pengurus awal organisasi tsb yg merumuskan visi dan misi organisasi untuk kemudian disosialisasikan ke anggota-anggota yang lain . Kenyataannya , akhirnya organisasi itu mempunyai visi dan misi yg justru membutuhkan dukungan dari semua anggotanya utk berkembang dan maju .

    Jika kita lihat kenyataan demikian maka , hal nya seakan (sepertinya) sudah berbalik , yaitu bukan anggota yang membutuhkan organisasi (atau organisasi yg memikul anggota), akan tetapi organisasi yg membutuhkan anggota (atau anggota yg memikul organisasi) dalam segala hal seperti penjelasan sdr.Butongpay diatas .
    Yang kemudian sering menjadi tanda tanya bagi (mungkin) sebagian ( bisa besar ...tapi mudah mudahan cuma kecil ) anggota sebuah organisasi adalah :
    1. Kenapa "harus" mendukung ? Untuk apa ?
    2. Kemudian , bagaimana cara utk ilkut serta "mendukung" (yg dimaksud adalah dukungan real ) ?

    Mungkin itu dulu yang harus coba kita jawab dalam diri kita ....

    Setelah pertanyaan2 diatas terjawab , baru marilah kita bertanya lagi :
    "Apakah kita sebagai umat Tao , saya masih perlu bertanya tanya untuk mendukung organisasi sendiri ?"

    Saya pernah mendengar statement sebagai berikut :
    " Tao kita ( diri kita ) akan maju jika lingkungan Tao maju "

    Nah, bagi saya pribadi (dan saya rasa semua rekan disini setuju) tentunya kita belajar Tao (siutao) ini semua ingin maju , masalah : apakah kemajuan masing masing individu yg mendorong kemajuan lingkungan atau sebaliknya sebenarnya tak terlalu masalah .

    Akan tetapi dengan adanya sebuah organisasi (Tao) yang berkompeten mengurusi semua hal-hal yg berkaitan dengan kemajuan Tao secara keseluruhannya (tentunya secara bertahap dan melihat sikon) , sudah tentu akan lebih mudah bagi semuanya (baik individu maupun secara kelompok) untuk maju mencapai visi dan tujuan Taonya.

    Oleh karena hal-hal tersebut diatas maka pada akhirnya , dapat saya simpulkan bahwa jika kita benar benar merasa sebagai insan Tao , maka sudah sepatutnya kita semua menghayati visi dan misi organisasi TaO kita , untuk kemudian "mendukung" nya ( seperti PUTI dan lain-lainnya ...termasuk forum ini ).

    Tentunya dalam urusan dukung mendukung ini harus mengikuti "aturan main yg berlaku" agar tidak malah menimbulkan friksi-friksi.

    Gitu aja deh...Thx

    Comment


    • #3
      Avera,

      Terimakasih atas pendapatnya. Mungkin ada yang mau nambahin ? Semoga bahasan ini dapat menjadi inputan bagi kita semua.

      Butongpay

      Comment


      • #4
        gampang kalau agamanya mengutamakan dogma kaku dan percaya buta spt. di gereja2 tertentu.

        susah karena sistim pengajaran yg. bijaksana mengutamakan Wu dan bukan dogma kaku menyebabkan banyak cara berpikir masing2 individu yg. unik dipertahankan, berkembang ke arah2 masing2 sesuai kelebihan dan kekurangannya. Jadi ndak kaget kalau cara berpikir taoyu2 ndak semuanya 'seragam'...tapi 'beragam'...bahkan yang kelihatan 'bertentangan' pun ada...

        Di sebuah gereja "I Bilieve......" , manajemen organisasi dikelola profesional...(pujian) terlalu profesionalnya sampai jadi seperti perusahaan...(kritik) cari duittt melulu....

        Kalau ada 3 kali pelayanan/minggu ; tiap pelayanan minimal 1500-2000 orang hadir ..tiap orang kasih rata2 10 ribu...berarti 15 juta/pelayanan atau 3x4x15 juta/bulan = 180 juta/bulan...itu minimal...belon Om/Tante yang nulis cek.. yah....dipotong sedikitlah buat biaya listrik, tukang kebun, tukang kotbah, tukang nyanyi dll. (paduan suaranya gue yakin pasti gratis). Tiap-tiap jemaat dibagi2 dalam group2 yang diketuai Ketua grup. Ketua grup ini yg. penghubung/penyambung lidah antara pendeta dengan umat ( pendetanya ndak hubungan langsung dengan umat )...

        Ciri2 Ketua grup biasanya orangnya luwess, pintar bergaul, pintar ngomong, pintar kotbah ( meski sering2 nggak masuk akal dan sangat dogmatik ). Kalo pria biasanya muda dan ganteng, kalo wanita muda dan cakep....

        Tugas Ketua ini mengadakan pertemuan grup di luar tiap minggu dan mengontrol loyalitas dan kesetiaan anggota grupnya ...baik secara halus ataupun terang2an...juga memastikan agar tiap2 anggotanya hadir tiap pelayanan..minimal sekali seminggu...Ketua ini melapor dan bertanggung jawab kpd. pendeta utama ( yg. dirikan gereja itu )..Tiap-tiap jemaat didorong agar membawa masuk jemaat baru untuk 'diselamamatkan'. Kotbah Pendeta utama sering membual tentang banyaknya jumlah jemaat yang mengikuti pelayanan..seakan-akan dengan semakin banyak jumlah umatnya maka ajarannya berarti semakin 'benar'.

        Apa masuk akal ? Apa korelasinya antara kebenaran ajaran dengan jumlah umat ? Yg. lebih banyak pasti lebih 'benar' ? ( kalau bisa ndak usah bikin kesalahan yg. terlihat '[B]SENSOR[/B][B]SENSOR[/B][B]SENSOR[/B][B]SENSOR[/B][B]SENSOR[/B]' spt. ini kalau berdebat...)

        ini gue tau karena hampir 6 bulan rutin keluar-masuk gerejanya (mana tahan...kalo bukan gue ... kemungkinan besar sudah diceburkan kolam) karena salah 1 ketua grupnya temen gue ..... alhamdulilah ( hehe...) gua lari setelah dikotbah studi Alkibatab...jhehehehe

        ( aloo ko Fen Yu ini ceritanya.....)

        Habis dikotbahi kitab oleh temen gue sendiri itu ([B]SENSOR[/B][B]SENSOR[/B][B]SENSOR[/B][B]SENSOR[/B][B]SENSOR[/B][B]SENSOR[/B]...) gue pamit kencing (harusnya disuruh ikut pelayanan) tapi lari pulang..gue mulai berpikir dan baru sadar kalo ini udah kelewatan dan terang2an serta ternyata kehadiran gue disana ndak berbuah apapun untuk 'menyadarkan' ... jadi saatnya ambil tindakan...jadi gue sms 'ketua'nya yahh temen gue itulah...pura2 sms nyasarlah....gue ngaku :" Dear Friends, gue ndak akan menipu lagi, gue sebenarnya muslim dan Mohammad adalah Utusan Allah." eh...anak buahnya (Ketua grup dipandang sebagai perpanjangan tangan pendeta; pendeta dianggap wakil Yesus...jadi ngerti lah gimana sikap anggota thd. Ketua...cuma gue aja yg. cuek bebek...) yaitu anggota grup langsung disuruh telpon (panik....): you masih beress ???

        Ini cuma cara gue untuk 'lepas' tanpa harus friksi dengan temen gue itu pada saat itu... udah gue sendirian, gue ngaku agama Tao malah Tao-nya difitnah tahyul, dll. gue nggak bisa apa2, mau marah jelas ndak bisa dan nggak masuk akal karena konteksnya tidak ada, mau mbales nggak bisa, mau meng-Wu udah nyerahhh k.o... jadi gue ngaku muslim saja ternyata beress punya..hehe..jadi bukan salah gua...

        Ini hanya pengalaman pribadi bukan berarti sesuatu yang buruk malah memperkaya dan lebih mempermatang yg. ngalami.

        Jgn. disalah artikan juga krn. ini cuma cerita buat referensi bukan untuk ditiru atau diamalkan.

        Semacam ini terjadi kalau sistimnya dogmatik dan percaya membabi-buta. Maka agama berorganisasi mesti penuh pertimbangan dan hati2..
        takutnya visi dan misi agama itu sendiri gampang jadi melenceng dan diselewengkan..

        Maka banyak pemikir2 barat dan timur yang pikirannya tajam menembus dapat melihat efek negatif yg. timbul menentang atau tidak setuju dengan agama yang terlalu diorganisir ( organized religion ).

        Tao dari Tiongkok sendiri baru resmi diorganisir sebagai agama sejak Zhang Tian Shi setelahnya pun tidak diorganisir secara keterlaluan atau ngrekruit dan narik2 umat tapi tetap hidup berkembang sampai sekarang. Alasannya lebih karena penerus2 Tao (Tao Se-Tao Se) terus memperbarui metode/cara2nya siutao agar selaras dengan alam (tempat) dan perkembangan jamannya; membuang adat kebiasaan tertentu yang sudah usang meskipun yg. menciptakan itu adalah pelopor sebelumnya dan memperbarui dengan yang masuk diakal dan jaman...Jadi kalau dulu dicetuskan Tridharma lalu sekarang misalnya ( MIsalnya ) pelopor2 Tao yg. sekarang ada anjuran kalau Kelenteng khusus Tao saja jangan terburu salah paham lalu teriak anti Fuk atau malah mencela Tao-Se2 dahulu yang (mungkin) mendorong ide Tridharma .. karena tempat dan jaman sudah berbeda...yg. perlu dibarui tentu dibarui yg. sudah usang dibuang, yg. perlu dipertahankan ya dipertahankan..tapi ndak lantas mencaci Tao-Se2 dahulu kala yg. membuat adat tradisi tertentu, karena jaman itu dan di tempat itu adat spt. itu dibuat ada alasan tertentu yg. menyesuaikan kealaman waktu itu.

        Meski jumlah umat Tao kalah banyak dengan Islam dan Kristen/Katolik. ( Main organized religions ). Bagi yang pikirannya menembus ngerti kalau jumlah umat tidak menunjukkan apa2. Hanya menunjukkan juga kalau agamanya begitu terorganisasi dan kuat AD/ART-nya sehingga mampu ngirim misionaris kesana-sini untuk narik umat, secara halal maupun haram.

        Tapi Ingat juga agama yg. ngutamakan Wu dari awal adalah yang paling susah dipelajari maka jumlah umatnya tidak mungkin menyaingi agama yang ngutamakan dogma karena dogma spt. barang mati, tinggal ngekor saja jumlah umat yang ngikut banyak karena kecenderungan awam untuk minta yg. gampang (dogma) sedang jumlah awam adalah mayoritas. Hukum alamnya, pasir akan selalu lebih banyak daripada emas.

        Semakin suatu agama diorganisir, semakin beresiko ke arah dogma dan penyelewengan visi dan misi ajaran.

        Semakin suatu agama diorganisir, semakin profesional serta semakin besar kemampuannya untuk merekrut umat.

        Maka semakin banyak awam yg. nganut suatu agama, biasanya malah BERESIKO semakin kurang baik citra agama tsb.

        Yg. laris masuk tv dan koran tentu yg.suka bikin sensasi ngebom, bunuh diri massal,dll.; kalau yg. baik2 diam2 cingco di rumah, amal ngobati orang tanpa menetapkan bayaran tertentu, apa bisa masuk dunia dalam berita ?

        Bukan agamanya yang salah, (mungkin) memang cuma sebatas dogma yang mampu diserap dan diterima umat awam shg. hanya segitu yang diberikan, tak lebih dan tak kurang; lebih pun nanti akan dijadikan dogma yang bisa jadi berakibat lebih buruk lagi.

        Kalau gunung2, maka yang tinggal dikakinya adalah umat2 awam yang saling bergesekan satu dengan yang lain, saling maki, saling hujat, karena dogma2 yang berbeda atau bertentangan. Ini mau diapakan ? disuruh pindah ke gunung yg. lain pun tetap berada dikaki saja karena mengerti sekian ya sekian dulu.

        Sadar tanpa sadar tetap saja dogma yang dipegang/dicari shg. mau tidak mau tetap saja harus friksi dengan awam yang lain.

        Makin ke atas gunung, semakin jauh dari friksi2 serta kekakuan dogma.
        Semakin tinggi pula level Wu-nya umat yg. disana sekalipun agamanya sendiri mungkin tidak mengerti atau mempunyai istilah Wu yang dimiliki Tao.

        Maka kudu hati2 organisasi...selama unsur pemersatu [Sf] masih ada,
        jalannya masih aman. Tapi, selanjutnya siapa yang tahu.......... ?

        Comment


        • #5
          Ta Chia Siek Tao Hao,
          Hallo semuanya, rasanya suatu organisasi justru lahir karena adanya perbedaan2 diantara anggotanya, karena friksi atau adu argumentasi itu sendiri adalah salah satu cara komunikasi diantara kita, untuk mencapai suatu kesepakatan.
          Kalau semuanya sudah sejalan dan bersatu dalam segala hal, maka ya nggak perlu organisasi lagi toh! :idea: :arrow: Itulah sebabnya pemimpin masa depan adalah orang yg ahli dalam menangani masalah perbedaan2 yg timbul didalam masyarakatnya, termasuk masyarakat beragama tentunya.

          Salam hangat TAO.

          Comment


          • #6
            Apakah memang ada unsur pemersatu? :lol:
            Kalau ada apakah itu? :wink: :roll:

            Chung Se Chung Tao seperti apa nih buat t.a.t.u. , apakah yang siutao akan buyar tanpa Sf, kalau yang begitu, jangan khawatir, itu sudah kena seleksi alam? :oops:

            Memang pasir lebih banyak! Khan menjadi banyak seperti pasir di laut?! :lol:

            Boleh juga pengalaman si tatu nih kemana2! jgn terlalu transparan gitu nulisnya donk, nanti kita juga kena bom! :lol:
            Siapa tahu sasarannya berpindah! :lol:
            Kalau dikemudian hari sudah damai dan aman, bisa2 kita juga kena, karena tidak ada lagi yang mau musuhan sama dia ... :twisted: :roll:
            Bagaimana?

            Silahkan ... 8)

            Comment


            • #7
              Originally posted by tatu
              Maka kudu hati2 organisasi...selama unsur pemersatu [Sf] masih ada, jalannya masih aman. Tapi, selanjutnya siapa yang tahu.......... ?
              Pak tatu.... Atau Bu tatu?.............. Apakah tidak ada semacam regenerasi atau pengkaderan dalam umat Tao?............

              Comment


              • #8
                Ta Chia Siek Tao Hao,
                Hallo semuanya, rasa khawatir biasanya merefleksikan rasa sayang yg tinggi! :idea: :idea: :idea: Ya merupakan hal yg paling alamiah dari sifat manusia. ....... Begitulah dari tahun ke tahun sejak ratusan tahun yang lalu sampai sekarang! :arrow: Namun apakah TAO akan lenyap? :?: :!: :idea: ........ Ternyata tidak! :idea: Bahkan sekarang ini cenderung makin di fitnah makin besar jumlah penganutnya! Sesuai pepatah Emas yg murni tidak takut sama api! :idea:
                Saya kira kita patut bersyukur kepada taoyu2 yg masih punya perhatian dan keprihatinan yg sangat besar! :arrow: Karena itu mari kita dukung gagasan lima ribu pilar TAO yg sedang digalang dari Tao Kuan ke Tao Kuan! :idea: :idea: :idea:

                Salam hangat TAO.

                Comment


                • #9
                  Originally posted by longhu
                  Apakah tidak ada semacam regenerasi atau pengkaderan dalam umat Tao?............
                  • Soal ini tentu lebih baik ditanyakan kepada Moderator dan Pengelola situs ini yang lebih
                    Seorang pencuri ulung mempunyai putra seorang pemuda yang sedang beranjak dewasa. Karena dirinya sendiri sudah mulai tua dan uzur, ia merasa sudah waktunya mewariskan satu2nya keahliannya kepada keturunan satu2nya.

                    Maka suatu hari direncanakan untuk memberi pelajaran Ilmu Mencuri kepada putranya. Pada malam yang telah ditentukan ia mengajak putranya agar membantu untuk mencuri di rumah orang terkaya dikampung. Berdua mereka mengendap-endap memasuki halaman rumah. Dengan keahliannya, sang pencuri membuka kunci pintu rumah tanpa halangan sedikitpun. Di dalam mereka memasukkan segala barang2 yg. berharga ke dalam karung yang telah disiapkan. Setelah yakin bahwa semua barang berharga sudah diambil, sang pencuri menyuruh putranya mengangkut karung itu karena usianya sendiri yang sudah uzur.

                    Mereka keluar dari rumah dan mulai berjalan pulang.
                    berwewenang dan mengetahui dalam hal ini untuk menjawabnya.

                    Berbicara kaderisasi mengingatkan sebuah cerita...

                    Belum sampai setengah perjalanan pulang ke rumah, sang pencuri mendorong putranya yang sedang kepayahan karena mengangkut beban
                    yang berat sehingga terjatuh dan membuat kegaduhan sambil berteriak sekeras2nya: "maling !! maling !! tolong ada maling!!" kemudian kabur lari sekuat tenaga meninggalkan putranya yang terduduk terbengong-bengong kayak ketek ditolop.

                    Ketika sadar apa yang terjadi, sang pencuri sudah raib dan para penduduk sudah keluar rumah masing2 berlarian menuju ke arahnya dengan membawa bermacam2 senjata golok, pedang, dll. Beruntung rembulan menyembunyikan diri di peraduan menjadikan keadaan gelap gulita dan tak dapat dikenali. Sang pemuda bangkit lari sekuat tenagam dikejar para penduduk yg. pantang menyerah terus mengikuti bayangannya.

                    Dalam sang pemuda mulai kehabisan napas dan penduduk terus saja mengejar, dia berpikir cepat dan segera menuju tempat pembuangan kotoran dan melompat masuk menyembunyikan diri didalam timbunan sampah dan najis sambil menunggu hiruk pikuk penduduk yang mengejar lewat menjauh. Diputuskannya untuk menunggu di dalam hingga fajar menyingsing dan keadaan benar2 aman.

                    Saat matahari mulai bangkit si pemuda merangkak keluar dari timbunan najis dan berjalan pulang ke rumah disambut oleh sang ayah pencuri kawakan yang sudah menunggu untuk menyalaminya seraya berucap :

                    "Selamat Bung ....!! Anda Layak Dapat Bintang !!"

                    :lol:

                  Comment


                  • #10
                    TAO mencari Keselarasan bukan Kesepakatan.

                    Sekedar Kesepakatan saja bukan ada apa2nya.

                    Kesepakatan kalau yg. satu mau Putih, satunya mau Hitam Kesepakatannya adalah Abu-abu. Bukan Thay Cik lagi.

                    Kesepakatan dicapai dengan generalisasi (dogma/aturan baku).

                    Balance adl. yg. mengharmoniskan hitam dan putih.

                    Harmoni dicapai menyeimbangkan langkah dan jalan melalui tepat tengah2 jembatan antara hitam dan putih yang berkelok-kelok dan tipisnya sehelai rambut. Silap sedikit jatuh hilang keseimbangan.

                    Dalam hidup jarang ada yg. Ideal, kebanyakan tukar-tambah saja: Can't have the cake and eat it too.

                    bukan Cuan Se Cung Tao atau apa, maksud Sf sbg. pemersatu meski sistim pelatihan tetap berdasar Wu, tapi visi dan misi organisasi Tao tidak akan gampang diselewengkan juga Keselarasan tetap dapat dipertahankan.

                    Comment


                    • #11
                      Halo Longhu,

                      Kalau untuk pengkaderan dan regenerasi sudah teraspirasi dalam tubuh muda-mudi ... dan muda-mudi juga sudah mengakrabkan diri antar daerah... Akhir bulan ini, muda-mudi akan pergi ke Lampung dalam rangka mengakrabkan antar beberapa daerah yaitu Surabaya,Sukabumi,Jakarta dan Lampung sebagai tuan rumahnya...
                      Omong-omong anda tergolong muda-mudi atau nga ... ? dan tinggalnya di mana ... ? supaya nanti anda bisa ikut acara program muda-mudi ...


                      Salam Tao

                      Comment


                      • #12
                        Ta Chia Siek Tao Hao,
                        Hallo Progress, mosok sih kamu belum tahu Longhu, dia tuh termasuk sudah bongkotan lho, cuma bukan taoyu ...... he... he... he 8) :wink: :lol: :D Tinggalnya? kata dia diluar negeri antah berantah! 8) :lol: 8) Mungkin Lampung dimana aja dia nggak tahu!? :twisted: :?:

                        Salam hangat TAO.

                        Comment


                        • #13
                          Originally posted by SHAN MAO
                          Ta Chia Siek Tao Hao,
                          Hallo Progress, mosok sih kamu belum tahu Longhu, dia tuh termasuk sudah bongkotan lho, cuma bukan taoyu ...... he... he... he 8) :wink: :lol: :D Tinggalnya? kata dia diluar negeri antah berantah! 8) :lol: 8) Mungkin Lampung dimana aja dia nggak tahu!? :twisted: :?:

                          Salam hangat TAO.
                          Halo Shan Mao,

                          Masa sih udah bangkotan... :D :D seingat saya dia pernah panggil anda "Pak"... kalau dia udah bangkotan berarti anda lebih lagi donk... hehehe :D :D
                          Sayang kita belum terapkan distance learning... mungkin masih luama banget...


                          Siek Tao Ta Chia Hao

                          Comment


                          • #14
                            Hi all,

                            Saya pikir mau tidak mau organisasi perlu dijadikan fokus...apalagi taoyu sekarang sudah mencapai kurang lebih 30.000. Organisasi sebenarnya diperlukan agar kita bisa bertumbuh dan berkembang secara bersama-sama. Kita tahu bahwa tidak semua taoyu mempunyai semangat yang tinggi ataupun mungkin saja mereka masih ragu dan perlu dibimbing oleh taoyu yang lain. Jadi organisasi seharusnya bisa dijadikan tempat pembelajaran ataupun sbg sumber pengetahuan bagi setiap taoyu. Dengan adanya taoyu yang mau "berkorban" bagi semua taoyu saya pikir organisasi dapat dijadikan pelayanan bagi umat Tao. Mungkin sekarang saya jauh lebih dengan adanya situs situ tao shg orang dapat mencari informasi ataupun bertanya melalui situs tao. Namun jangkauannyapun masih terbatas karena belum semua taoyu mempunyai akses ke internet.Dengan adanya majalah IDB mungkin lebih bagus tapi saya pikir tetap saja kurang. Kegiatan-kegiatan taoyu memang banyak namun saya pikir perlu diarahkan agar secara knowledge maupun hal - hal yang lain dapat meningkatkan siutaonya para taoyu.

                            Sisi lain masalah pendanaan. Mau tidak mau pendanaan merupakan salah satu faktor penting bagi organisasi apalagi organisasi sosial. Pendanaan layaknya spt jalan darah. Kita perlu membentuk format sendiri agar organisasi dapat berdiri tegak. Organisasi layaknya tubuh yang memerlukan jalan darah yang baik.

                            Saya pikir ada baiknya dibentuk team kerja spt team pendanaan, team informasi tao,dll.

                            Ok segitu dulu..saya tidak bermaksud mengurui ataupun hal - hal yang lain.Saya percaya banyak taoyu yang lebih pintar dari saya banyak namun setidaknya saya dapat menggugah mereka untuk turut serta membantu...

                            Mungkin WU CI WU REN dapat dimulai dari setiap taoyu yang mau berkorban bagi yang lain ?

                            Salam Tao,

                            butongpay

                            Comment


                            • #15
                              Halo butongpay,

                              Saya juga sependapat dengan anda, dalam hal organisasi & pendanaan setahu saya itu sudah dikelola oleh PUTI... dan untuk diluar itu, pendanaan dapat juga dilakukan di "Kung Tek Siang" yang ada di Tao Kwan... sedangkan untuk organisasi juga telah dirintis oleh pengurus Muda-Mudi seperti yang telah kemukakan kemarin... bukannya saya ada maksud apa-apa, tetapi seberapa banyak umat yang ingin berpartisipasi aktif di dalamnya... itu juga masih menjadi pertanyaan dan menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama... :idea: :idea: :idea:


                              Salam Tao

                              Comment

                              Working...
                              X

                              Fatal error: Uncaught Database error in vBulletin 5.0.4: Invalid SQL: /** saveDbCache */ SELECT * FROM vbstc_cacheevent WHERE cacheid IN ('channelperms_1','vb_readperms','getSearchResults_9ca7a6f816dd264ee5469d5f589e0309','pageNav_3','vbnodetext368_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_368_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext11975_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_11975_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext12044_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_12044_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext12050_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_12050_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext12052_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_12052_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext12055_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_12055_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext12059_-1_0:e38af25796de1237119d539f36b5d806','vbnodetext_pre_12059_-1_0:e38af25796de1 in /home/siutaoc/public_html/community/core/vb/database.php on line 1191