<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>

<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
	<channel>
		<title>SiuTao Community - 9,28,29,30,36,55,59</title>
		<link>http://community.siutao.com/</link>
		<description>SiuTao is a Taoism Community Forums</description>
		<language>en</language>
		<lastBuildDate>Tue, 09 Feb 2010 04:40:56 GMT</lastBuildDate>
		<generator>vBulletin</generator>
		<ttl>60</ttl>
		<image>
			<url>http://community.siutao.com/images/misc/rss.png</url>
			<title>SiuTao Community - 9,28,29,30,36,55,59</title>
			<link>http://community.siutao.com/</link>
		</image>
		<item>
			<title>Perjodohan: Shio kuda dan kuda (URGENT)</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8880-Perjodohan-Shio-kuda-dan-kuda-%28URGENT%29?goto=newpost</link>
			<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 09:59:30 GMT</pubDate>
			<description>Hi,ada yang bisa bantuin ngak? 
 
Banyak yang mengatakan Shio kuda dan shio kuda itu CHIONG.. 
 
Apakah hal tersebut benar?dan jika benar,adakah solusi untuk menghadapinya? 
 
Jikalau ada yang bisa membantu saya sangat  berterimakasih..</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Hi,ada yang bisa bantuin ngak?<br />
<br />
Banyak yang mengatakan Shio kuda dan shio kuda itu CHIONG..<br />
<br />
Apakah hal tersebut benar?dan jika benar,adakah solusi untuk menghadapinya?<br />
<br />
Jikalau ada yang bisa membantu saya sangat  berterimakasih..</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/29-Ramalan">Ramalan</category>
			<dc:creator>brilliance</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8880-Perjodohan-Shio-kuda-dan-kuda-%28URGENT%29</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Bersih bersih Altar dan Patung Shen Shien menjelang Imlek</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8876-Bersih-bersih-Altar-dan-Patung-Shen-Shien-menjelang-Imlek?goto=newpost</link>
			<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 20:01:40 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[Ta Cia Siek Tao Hao, 
 
Hallo Rekan2 semua, membersihkan Altar serta Patung SHEN/SHIEN merupakan salah satu kegiatan yang rutin kita lakukan menjelang Tahun Baru Imlek.   Tata cara yang dilakukan oleh para Pengurus Kelenteng pada "umum"nya adalah...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Ta Cia Siek Tao Hao,<br />
<br />
Hallo Rekan2 semua, membersihkan Altar serta Patung SHEN/SHIEN merupakan salah satu kegiatan yang rutin kita lakukan menjelang Tahun Baru Imlek.   Tata cara yang dilakukan oleh para Pengurus Kelenteng pada &quot;umum&quot;nya adalah dengan melakukan Cia Jai (vegetarian) selama 3 (tiga) hari sebelum acara dilaksanakan.   Sementara di dalam tradisi Ajaran Agama TAO DSM kita, hal itu (wajib melakukan Cia Jai dulu) tidak diperlukan.<br />
<br />
Demikian pula di dalam memaknai acara bersih-bersih tersebut, pada umumnya acara tersebut diselenggarakan bersamaan dengan &quot;kepercayaan&quot; bahwa pada saat itu Tepekong (Shen/Shien) sedang naik ke langit, untuk memberikan laporan tahunan kepada THIEN KUNG.   Jadi pada saat itulah ada &quot;kesempatan&quot; untuk melakukan bersih-besih Kelenteng.   Sementara di dalam tradisi Ajaran Agama TAO kita, masalah bersih-bersih boleh dilakukan kapan saja jika memang dianggap sudah kotor/berdebu, agar selalu bersih dan sedap dipandang mata.<br />
<br />
Pertanyaannya adalah di dalam tradisi Ajaran Agama TAO kita adakah tata cara yang &quot;baku&quot; pada saat membersihkan Altar serta Patung SHEN/SHIEN.   Mohon penjelasannya, terima kasih.<br />
<br />
Salam Hangat TAO,<br />
Xie Shen En</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>Tjing_Wen</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8876-Bersih-bersih-Altar-dan-Patung-Shen-Shien-menjelang-Imlek</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Jodoh Shio kuda dan tikus ...</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8868-Jodoh-Shio-kuda-dan-tikus?goto=newpost</link>
			<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 07:10:22 GMT</pubDate>
			<description>TCXTH, 
 
Saya ingin menanyakan kepada sesiung secie mengenai kecocokan jodoh antara kuda dan tikus... perbedaan umur 6 tahun ini bener2 menganjal hati dan pikiran... Dimana saya umur 32 (kuda) dan pacar saya 26 (tikus). Sejauh ini memang nda ada...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>TCXTH,<br />
<br />
Saya ingin menanyakan kepada sesiung secie mengenai kecocokan jodoh antara kuda dan tikus... perbedaan umur 6 tahun ini bener2 menganjal hati dan pikiran... Dimana saya umur 32 (kuda) dan pacar saya 26 (tikus). Sejauh ini memang nda ada masalah berarti antara saya dgn pacar akan tetapi pihak ortu pacar dan juga ortu saya sering mengingatkan akan perbedaan umur 6 tahun yg chiong ini. Saya sudah mencari mengenai chiong umur 3 6 9 ini, tp jawaban yg diberikan kurang memuaskan... Mohon pencerahan sesuing secie sekalian.<br />
<br />
Akhir kata terima kasih.....<br />
<br />
<br />
Salam TAO</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/29-Ramalan">Ramalan</category>
			<dc:creator>kudabumi</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8868-Jodoh-Shio-kuda-dan-tikus</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Apa arti kata dewa/dewi dalam agama tao?</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8861-Apa-arti-kata-dewa-dewi-dalam-agama-tao?goto=newpost</link>
			<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 01:04:49 GMT</pubDate>
			<description>xixixixixixixixixixixixixixixixixixixi, saudara2 sekalian, akhir2 ini mulai ada orang yg ingin melecehkan pengertian istilah DEWA/DEWI dalam agama tao, mereka itu biasanya pura2 berlagak sebagai umat agama tao dalam operasi busuknya! contohnya si...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>xixixixixixixixixixixixixixixixixixixi, saudara2 sekalian, akhir2 ini mulai ada orang yg ingin melecehkan pengertian istilah DEWA/DEWI dalam agama tao, mereka itu biasanya pura2 berlagak sebagai umat agama tao dalam operasi busuknya! contohnya si lampir bodohh itu dech!:sure:<br />
<b>sibodohh lampir ini sengaja memakai kata2 dewa bajik &amp; dewa buruk untuk usahanya melecehkan dewa/dewi agama tao! tujuan mereka adalah supaya umat agama tao rancu/kabur dalam pengertian/keyakinannya terhadap DEWA/DEWI agama tao!!!</b><br />
nach siapa yg bisa memberikan penjelasan yg pantas untuk meluruskan hal ini? silahkan azaa di sikat sampai kinclong!hihihihihihihihi:sure:<br />
<br />
terima kasih.</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>joe_as</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8861-Apa-arti-kata-dewa-dewi-dalam-agama-tao</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Apakah manusia berasal dari monyet biasa?</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8860-Apakah-manusia-berasal-dari-monyet-biasa?goto=newpost</link>
			<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 00:57:48 GMT</pubDate>
			<description>xixixixixixixixixixixixixixixi, sudara2 sekalian, ogut sengaja buat thread ini untuk kita diskusikan bersama sesuai apa yg ada didalam kitab suci TSLCCC, karena ogut melihat masih ada segelintir manusia yg kurang bijak, walaupun punya agama...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>xixixixixixixixixixixixixixixi, sudara2 sekalian, ogut sengaja buat thread ini untuk kita diskusikan bersama sesuai apa yg ada didalam kitab suci TSLCCC, karena ogut melihat masih ada segelintir manusia yg kurang bijak, walaupun punya agama {katanya} tapi masih tetap berkelakuan iblis dalam upayanya memelintir isi kitab suci agama orang lain!:sure:<br />
<b>Bagi ogut pribadi, kita membaca kitab suci harus bisa menggunakan hati nurani dan kecerdasan serta konsentrasi penuh untuk memahami setiap kalimatnya, supaya kita tidak mudah dipengaruhi oleh srgumentasi picisan dari para pecundang murahan yg masih banyak berkeliaran disekeliling kita!hihihihihihihihihi</b>:sure:<br />
bagi ogut yg sedikit mampu membaca bahasa mandarin, ogut kebetulan bisa baca kitab suci TSLCCC yg berbahasa mandarin {asli}, jelas disana ditulis sejenis kera besar {yuan ren}, itu jelas bukan monyet biasa, tapi manusia purba yg mirip kera besar!xixixixixi ogut mengatakan demikian karena ogut sampai sekarang tidak mendapatkan bukti kalo ada monyet berbulu emas bisa berevolusi menjadi manusia; kita lihat lagi walaupun monyet/simpanse dilatih dan hidup bersama pawang2nya pun tidak bisa berevolusi menjadi manusia! jadi apa makna semua ini .........???<br />
ogut pikir lebih baik mempersilahkan taoyu2 lainnya untuk ikut memberi tanggapannya dulu!hihihihihihihihihi<br />
<br />
terima kasih.</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>joe_as</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8860-Apakah-manusia-berasal-dari-monyet-biasa</guid>
		</item>
		<item>
			<title>PEMBALASAN THAI SIANG Lo KUN</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8857-PEMBALASAN-THAI-SIANG-Lo-KUN?goto=newpost</link>
			<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 15:25:23 GMT</pubDate>
			<description>Surat suci Too Dharma. 
Judul asal: «Thai Siang Kam Ying Phian». 
 
 
—————————————————————— 
BAB I — MENERANGKAN PENGERTIAN 
—————————————————————— 
 
Thai Siang Lo Kun berkata:</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Surat suci Too Dharma.<br />
Judul asal: «Thai Siang Kam Ying Phian».<br />
<br />
<br />
——————————————————————<br />
BAB I — MENERANGKAN PENGERTIAN<br />
——————————————————————<br />
<br />
Thai Siang Lo Kun berkata:<br />
<br />
&#12288;&#12288;Bencana dan rezeki tiada berpintu;<br />
&#12288;&#12288;hanyalah manusia sendiri yang memanggilnya datang.<br />
&#12288;&#12288;Pembalasan atas bajik dan buruk<br />
&#12288;&#12288;seperti bayangan mengikuti gerakan rupa.<br />
<br />
<br />
——————————————————————<br />
BAB II — MEMBERIKAN PERINGATAN<br />
——————————————————————<br />
<br />
Langit dan bumi senantiasa diliputi Dewa <b>Pengurus Dosa</b>. Berlandaskan pada ringan dan berat kedosaan yang telah dilanggar manusia, Dewa Pengurus Dosa secara langsung menetapkan “Perhitungan Manusia”. <br />
<br />
Bilamana pada penetapan “Perhitungan Manusia” itu dikenakan sanksi pengurangan, <br />
akibatnya akan:<br />
- Menderita kemiskinan dan keborosan,<br />
- Menemui aneka kesedihan dan kegelisahan,<br />
- Segala orang menaruh kebencian dan kejahatan,<br />
- Hukuman dan bencana saling mengikuti,<br />
- Karunia baik selalu menghindari,<br />
- Bintang buruk selalu menurunkan malapetaka.<br />
<br />
Bilamana pada penetapan “Perhitungan Manusia” itu dikenakan sanksi penuntasan, <br />
akibatnya akan: <br />
  Menemui kematian.<br />
<br />
<br />
——————————————————————<br />
BAB III — MENGADAKAN PEMERIKSAAN<br />
——————————————————————<br />
<br />
Ada pula Dewa <b>Pak Tou</b> dan Dewa <b>Sam Thai</b> bersaksi di atas kepala manusia untuk mencatat atas kedosaan dan kesalahan, serta menetapkan “Perhitungan Jauh” dan “Perhitungan Dekat”. <br />
Ada pula Dewa <b>Sam Si</b> bersemayam dalam raga manusia. Pada tiap hari keng-sin, tatkala manusia sedang tidur, Dewa Sam Si naik ke atas langit untuk melaporkan hal-ikhwal kedosaan. Pada hari rembulan gelap, <b>Dewa Dapur</b> juga melakukan hal yang sama.<br />
<br />
Barangsiapa sudah pernah melakukan kedosaan: bagi yang besar kedosaannya akan ditetapkan dalam “Perhitungan Jauh”; bagi yang kecil kedosaannya akan ditetapkan dalam “Perhitungan Dekat”. Segala besar-kecil kedosaan itu berada dalam berbagai-bagai perihal. Barangsiapa menghendaki usia panjang, seharusnya suka menghindari segala macam kedosaan itu.<br />
<br />
<br />
——————————————————————<br />
BAB IV — MENGUMPULKAN KEBAJIKAN<br />
——————————————————————<br />
<br />
1. Majulah pada jalan yang searah kelogisan;<br />
2. Mundurlah dari jalan yang melawan kelogisan;<br />
3. Tiada menginjak jalan yang menyeleweng;<br />
4. Tiada mengelabui pada saat gelap gulita;<br />
5. Menimbun kebajikan dan kejasaan;<br />
6. Menaruh kasih sayang pada segala makhluk;<br />
7. Setia pada kaisar/raja dan bakti pada ayah-ibu;<br />
8. Sayang pada adik dan hormat pada kakak;<br />
9. Meluruskan diri sendiri dan melayani orang lain;<br />
10. Mengasihani pada piatu dan membantu para janda;<br />
11. Menghormati kaum tua dan memperhatikan para anak;<br />
12. Tiada memusnahkan serangga dan tanaman;<br />
12. Ikut berkasih-sayang pada orang lain yang tengah dalam keadaan buruk;<br />
13. Ikut bersuka-ria pada orang lain yang tengah dalam keadaan bajik;<br />
14. Membantu orang lain yang tengah dalam keadaan kepepet;<br />
15. Menolong orang lain yang tengah dalam keadaan kritis;<br />
16. Melihat orang lain beroleh bagaikan diri sendiri yang beroleh;<br />
17. Melihat orang lain kehilangan bagaikan diri sendiri yang kehilangan;<br />
18. Tiada menyebarkan keburukan orang lain;<br />
19. Tiada menonjolkan kebaikan diri sendiri;<br />
20. Memadamkan kejahatan dan mengembangkan kebajikan;<br />
21. Menyingkirkan keserakahan dan mendapatkan kesederhanaan;<br />
22. Mendapatkan penghinaan tiada menaruh rasa dendam;<br />
23. Mendapatkan kepercayaan harus menyimpan rasa waspada;<br />
24. Memberikan kebajikan tanpa mengharapkan pembalasan;<br />
25. Memberikan segala sesuatu tanpa merasakan penyesalan.<br />
<br />
<br />
——————————————————————<br />
BAB V — PEMBALASAN KEBAJIKAN<br />
——————————————————————<br />
<br />
&#12288;&#12288;Yang disebut orang bajik:<br />
&#12288;&#12288;Segala orang selalu menghormati,<br />
&#12288;&#12288;Thian selalu memberkati,<br />
&#12288;&#12288;Segala keberkatan selalu mengikuti,<br />
&#12288;&#12288;Segala kejahatan selalu menjauhi,<br />
&#12288;&#12288;Para dewa selalu melindungi,<br />
&#12288;&#12288;Apa yang dilaksanakan selalu dapat kesuksesan,<br />
&#12288;&#12288;Sampai berhasrat menjadi dewa pun akan kewujudan.<br />
<br />
Bilamana berhasrat menjadi tingkatan Dewa Langit, maka hendaknya menyelenggarakan 1.300 jenis kebajikan.<br />
Bilamana berhasrat menjadi tingkatan Dewa Bumi, maka hendaknya menyelenggarakan 300 jenis kebajikan.<br />
<br />
<br />
——————————————————————<br />
BAB VI — ANEKA KEBURUKAN<br />
——————————————————————<br />
<br />
1. Melakukan segala sesuatu yang sifatnya mematuhi kesalahan;<br />
2. Melakukan segala sesuatu yang sifatnya menyimpangi kelogisan;<br />
3. Menganggap kejahatan sebagai keterampilan;<br />
4. Melakukan dengan tak segan-segan atas segala kedzaliman;<br />
5. Melakukan sesuatu dengan jalan licin guna mencelakai orang bajik;<br />
6. Melakukan sesuatu dengan jalan gelap guna mengelabui kaum keluarga;<br />
7. Melakukan kecongkakan terhadap guru;<br />
8. Mengkhianati pada kewajiban diri sendiri;<br />
9. Mengelabui orang awam;<br />
10. Menghasut rekan sepelajar;<br />
11. Melakukan perilaku yang bersifat maya, fitnah, tipu, dan moenafik;<br />
12. Membongkar rahasia sanak saudara sendiri;<br />
13. Melakukan kekerasan dan tidak menyimpan kesayangan;<br />
14. Melakukan kekejaman dan keanehan untuk kepentingan diri sendiri;<br />
15. Melakukan kebenaran atau kesalahan bukan pada tempatnya;<br />
16. Melakukan pengkhianatan dan pelanggaran;<br />
17. Menindas bawahan untuk mendapatkan pahala;<br />
18. Menjilat atasan untuk mendapatkan pujian;<br />
19. Menerima budi kebaikan tidak suka membalas kasih;<br />
20. Selalu merenungkan tentang dendam kesumat;<br />
21. Memandang rendah pada rakyat yang jujur;<br />
22. Selalu mengacau untuk meributkan pemerintahan;<br />
23. Memberikan jasa pahala pada yang tak benar;<br />
24. Menghukum rakyat yang tak berdosa;<br />
25. Membunuh orang lain untuk merampas harta kekayaan orang itu;<br />
26. Menyingkirkan orang lain untuk merebut kedudukan orang itu;<br />
27. Membunuh lawan yang tengah menyerah;<br />
28. Menginjak kebenaran dan menyingkirkan para budiman;<br />
29. Menindas para yatim dan mengancam para janda;<br />
30. Menyimpang hukum dan menerima suap;<br />
31. Memutarbalikkan perkara lurus untuk dibikin liku;<br />
32. Memutarbalikkan perkara liku untuk dibikin lurus;<br />
33. Memberatkan perkara yang ringan;<br />
34. Memutuskan hukuman dengan disertai caci maki;<br />
35. Tidak suka bertobat atas peri kesalahan;<br />
36. Tidak suka melakukan peri kebajikan;<br />
37. Menyeret orang lain agar berpadu dengan diri sendiri yang penuh kedosaan;<br />
38. Menghalangi jalan kehidupan para nujum;<br />
39. Mencaci dan mengejek pada kemuliaan para nabi;<br />
40. Menindas pada kebenaran dan kebajikan;<br />
41. Memanah burung yang sedang terbang dan menghalau binatang yang sedang lari;<br />
42. Mencangkul ular yang sedang berteduh dan mengaburkan burung yang sedang mengaso;<br />
43. Menyumbat jala hewan dan meruntuhkan sarang burung;<br />
44. Membuang anak unggas dan merusak telur burung;<br />
45. Mengharap orang lain agar memperoleh kehilangan;<br />
46. Merusak jasa baik orang lain;<br />
47. Membahayakan orang lain untuk keselamatan diri sendiri;<br />
48. Mengurangi penghasilan orang lain untuk keuntungan diri sendiri;<br />
49. Menyodorkan yang buruk untuk diganti yang baik;<br />
50. Melalaikan kedinasan untuk kepentingan diri sendiri;<br />
51. Mencuri kepandaian orang lain;<br />
52. Menyembunyikan kebaikan orang lain;<br />
53. Mengembangkan keburukan orang lain;<br />
54. Menyiarkan rahasia orang lain;<br />
55. Menghamburkan kekayaan orang lain;<br />
56. Memutuskan keakoran antara saudara orang lain;<br />
57. Mengusik sesuatu yang dicintai orang lain;<br />
58. Membantu orang lain untuk melakukan kejahatan;<br />
59. Mengandalkan kecakapan untuk memamerkan kewibawaan;<br />
60. Menghina orang lain agar diri sendiri mendapatkan kemenangan;<br />
61. Merusak semi dan padi kepunyaan bapak tani;<br />
62. Merusak pernikahan orang lain;<br />
63. Mendadak kaya lalu menyombongkan diri;<br />
64. Melepaskan diri sendiri dari kewajiban dengan tiada mengenal malu;<br />
65. Mengaku-aku kebaikan namun menolak kesalahan;<br />
66. Mengalihkan kemalangan dan mendorong kejahatan;<br />
67. Membeli nama/kehormatan secara ilegal;<br />
68. Menyimpan akal jahat di dalam hati;<br />
69. Merusak kepandaian orang lain;<br />
70. Melindungi kebodohan diri sendiri;<br />
71. Menggunakan kewibawaan untuk memaksa dan mengancam;<br />
72. Menggunakan kedzaliman untuk membunuh dan melukai;<br />
73. Memotong kain tanpa kepentingan;<br />
74. Menyembelih hewan tanpa kewajaran;<br />
75. Menghambur dan membuang hasil bumi;<br />
76. Mengacaukan dan meributkan sesama amanusia;<br />
77. Merusak rumah tinggal orang lain;<br />
78. Mengambil harta kekayaan orang lain;<br />
79. Memecahkan bendungan dan menyulut api agar dapat menghancurkan wisma rakyat;<br />
80. Mengacaukan rancangan baik orang lain agar dapat memusnahkan kejasaan orang itu;<br />
81. Menghancurkan sarana hidup orang lain agar dapat menimbulkan kekurangan orang itu;<br />
82. Melihat orang lain mendapatkan kebahagiaan, lalu mengaharapkan orang itu terisolasi;<br />
83. Melihat orang lain mendapatkan kekayaan, lalu mengaharapkan orang itu tercerai-berai;<br />
84. Memandang kecantikan orang lain, lalu menginginkan diperoleh untuk diri sendiri;<br />
85. Meminjam kekayaan orang lain, lalu mengharpkan orang itu lekas-lekas mati;<br />
86. Memohon tidak dikabulkan, lalu melakukan kutuk dan antipati;<br />
87. Melihat orang lain menemui kasus/problem, lalu menuturkan keburukan orang itu;<br />
88. Melihat orang lain memiliki cacat fisik, lalu menertawakan kecacatan orang itu;<br />
89. Melihat kepandaian orang lain terpuji, lalu melakukan penindasan;<br />
90. Menggunakan ilmu sishir agar orang lain mejadi gila;<br />
91. Menggunakan obat tuba agar tanaman menjadi layu;<br />
92. Melakukan kemurkaan terhadap guru;<br />
93. Menimbulkan kontradiksi antara kakak yang lebih tua;<br />
94. Memohon dan mengambil dengan jalan paksa;<br />
95. Mengganggu dan merampas dengan jalan semena-mena;<br />
96. Membegal dan menculik agar dapat menjadi kaya;<br />
97. Mengggunakan akal licik agar dapat menaikkan pangkat;<br />
98. Memberikan pahala dan hukuman dengan tidak adil;<br />
99. Menikmati kesenangan sampai melampaui batas;<br />
100. Menindas bawahan dengan jalan kejam;<br />
101. Memberi ancaman pada orang lain;<br />
102. Menggerutu pada Thian dan menyesal pada manusia;<br />
103. Mencaci-maki pada angin dan hujan;<br />
104. Mengadu-domba agar dapat menimbulkan kasus/perkara;<br />
105. Mengusir sesama rekan dengan jalan yang tidak benar;<br />
106. Menggunakan kata kepada istri yang mengandung sifat merendahkan;<br />
107. Melanggar nasihat ayah dan ibu;<br />
108. Melupakan yang lama tatkala bersua dengan yang baru;<br />
109. Mengucapkan kata yang tidak sejalan dengan isi hati;<br />
110. Melakukan keserakahan pada harta yang tidak sah;<br />
111. Menipu dan mengelabui atasan;<br />
112. Mengucapkan kata yang bersifat penuh kejahatan;<br />
113. Memfitnah pada orang bijak;<br />
114. Merusak nama baik orang lain dan mengaku diri sendiri melakukan kejujuran;<br />
115. Mencaci-maki para dewa dan mengaku diri sendiri melakukan kebenaran;<br />
116. Melepas orang yang patuh dan menerima orang yang melanggar;<br />
117. Menjauhi kaum keluarga dan mendekati kaum asing;<br />
118. Menunjuk pada langit dan bumi untuk membuktikan isi hati yang rendah;<br />
119. Mengundang para dewa untuk menyaksikan perilaku yang dekil;<br />
120. Merasakan kecewa pada barang yang telah diberikan;<br />
121. Mengadakan hutang dengan tidak suka melakukan pembayaran;<br />
122. Mencari segala sesuatu pada luar bagian;<br />
123. Melakukan perbuatan dengan sekuat tenaga dan berlebih-lebihan;<br />
124. Menikmati nafsu birahi sampai melampaui batas;<br />
125. Melakukan kemunafikan dengan muka berpura-pura alim;<br />
126. Memberikan makanan kotor pada orang lain;<br />
127. Menjalankan ilmu hitam agar dapat mengelabui orang lain;<br />
128. Memendekkan ukuran;<br />
129. Menyempitkan luasan;<br />
130. Meringankan timbangan;<br />
131. Menyusutkan takaran;<br />
132. Mengadakan campur-baur antara barang yang palsu dengan barang  yang tulen;<br />
133. Mencari keuntungan dengan jalan tidak sah;<br />
134. Menindas orang bajik agar menjadi murka;<br />
135. Membujuk orang dungu;<br />
136. Melakukan keserakahan dengan tiada mengenal jemu;<br />
137. Melakukan sumpah agar dapat meluruskan kesalahan;<br />
138. Bermabuk-mabukkan sampai mengacaukan diri sendiri;<br />
139. Bertengkar antara saudara sendiri;<br />
140. Suami tidak setia pada istri;<br />
141. Istri tidak patuh pada suami;<br />
142. Tiada kerukunan dalam rumah tangga;<br />
143. Kaum istri tidak menghormat pada kaum suami;<br />
144. Selalu suka menyombongkan diri sendiri;<br />
145. Selalu suka menyimpan iri dan dengki;<br />
146. Tidak mendidikkan kebajikan pada anak dan istri;<br />
147. Tidak menunjukkan kesusilaan pada ayah dan ibu mertua;<br />
148. Menghina arwah leluhur;<br />
149. Selalu melanggar perintah atasan;<br />
150. Melakukan perbuatan tanpa kemanfaatan;<br />
151. Menyimpan pikiran yang khianat;<br />
152. Melakukan kutukan pada diri sendiri dan orang lain;<br />
153. Membenci dan menyayang bukan pada tempatnya;<br />
154. Melangkahi perigi dan dapur;<br />
155. Menyia-nyiakan makanan dan manusia;<br />
156. Membunuh anak orok dan melakukan abortus;<br />
157. Melakukan perbuatan dengan sembunyi-sembunyi;<br />
158. Bernyanyi dan berdansa pada akhir bulan dan tahun;<br />
159. Meneriak dan memaki pada awal bulan dan waktu pagi;<br />
160. Mengingus dan meludah serta membuang air seni dengan menghadap Bintang Utara;<br />
161. Menghidung dan menangis di depan dapur;<br />
162. Menggunakan api dapur menyalakan batang hio atau dupa untuk melakukan puja bakti atau sembahyang;<br />
163. Menggunakan kayu kotor untuk memasak;<br />
164. Bertelanjang bulat pada waktu bangun di tengah malam;<br />
165. Melaksanakan azab hukuman pada pertengahan musim;<br />
166. Meludah pada meteor;<br />
167. Menunjuk pada pelangi;<br />
168. Menunjuk pada tri ratna: bintang, mentari, dan rembulan;<br />
169. Memandang lama pada mentari dan rembulan;<br />
170. Membakar gunung dan memburu hewan pada permulaan musim semi;<br />
171. Mencaci-maki dengan menghadap Bintang Utara;<br />
172. Membunuh kura-kura dan ular dengan semena-mena.<br />
<br />
<br />
——————————————————————<br />
BAB VII — PEMBALASAN KEBURUKAN<br />
——————————————————————<br />
<br />
Sesuai dengan aneka ragam keburukan sebagaimana tersebut di atas, para dewa akan mengikuti ringan dan berat atas kejahatan yang telah dilanggar manusia untuk menetapkan “Perhitungan Jauh” dan “Perhitungan Dekat”. Bilamana “Perhitungan Dekat” sudah mencapai tuntas, akibatnya akan menemui kematian. Bilamana sampai kematian pun masih ada sisa kedosaan, maka “Perhitungan Jauh” akan dilanjutkan sampai pada anak dan cucu.<br />
<br />
Barangsiapa mengambil harta benda yang dimiliki orang lain secara paksa dan tidak sah, akibatnya akan diperhitungkan pada istri dan anak serta keluarganya, sehingga lambat laun menemui kematian. Bilamana perhitungan itu tidak dikenakan pada penetapan kematian, maka sudah tentu dilibatkan pada bermacam-macam malapetaka:<br />
- Mengalami kebanjiran dan kebakaran,<br />
- Merasai kecurian dan kerampokan,<br />
- Mendapati kehilangan harta benda,<br />
- Menderita penyakit dan pertengkaran.<br />
Semua penderitaan itu adalah sebagai pembalasan atas perbuatan yang telah dilakukan tanpa prinsip kebenaran.<br />
<br />
Barangsiapa melenyapkan jiwa raga yang dimiliki orang lain secara semena-mena, akibatnya akan membangkitkan dendam: membalas dendam serta membunuh diri sendiri.<br />
<br />
Barangsiapa yang mengambil secara tidak adil atas kekayaan yang dimiliki orang lain, sama pula dengan menelan makanan atau minuman yang mengandung tuba — hal mana bukannya dapat sementara mengenyangkan perut atau menghilangkan dahaga, namun sekaligus akan menemui akibat kematian.<br />
<br />
<br />
——————————————————————<br />
BAB VIII — MENUNJUKKAN INTISARI<br />
——————————————————————<br />
<br />
Bilamana timbulnya pikiran di dalam hati ternyata bajik, kendatipun peri kebajikan belum juga dilakukan, namun <b>Dewa Bajik</b> sudah senantiasa mengikutinya. Bilamana timbulnya pikiran di dalam hati ternyata buruk, kendatipun peri keburukan belum juga dilakukan, namun <b>Dewa Buruk</b> sudah senantiasa mengikutinya. <br />
<br />
<br />
——————————————————————<br />
BAB IX — BERTOBAT ATAS KEDOSAAN<br />
——————————————————————<br />
<br />
Barangsiapa sudah pernah melakukan keburukan dan kemudian suka bertobat sendiri, serta tidak mengulangi segala peri keburukan dan menjalani segala peri kebajikan, maka lama-kelamaan akan mendapatkan karunia kebajikan.<br />
<br />
Itulah yang disebut sebagai: membalikkan malapetaka menjadi besar rezeki.<br />
<br />
<br />
——————————————————————<br />
BAB X — MELAKSANAKAN SECARA INTENSIF<br />
——————————————————————<br />
<br />
Yang disebut orang bajik senantiasa mengucapkan kata yang bajik, melihat sesuatu yang bajik, melaksanakan ikhwal yang bajik. Bilamana tiap hari melaksanakan tiga macam kebajikan, maka dalam tiga tahun Thian akan memberkati rezeki. <br />
<br />
Yang disebut orang jahat senantiasa mengucapkan kata yang buruk, melihat sesuatu yang buruk, melaksanakan ikhwal yang buruk. Bilamana tiap hari melaksanakan tiga macam keburukan, maka dalam tiga tahun Thian akan mendatangkan malapetaka.<br />
<br />
&#12288;&#12288;Mengapa teecu sekalian tidak dengan giat dan rajin melaksanakan peri kebajikan?</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>MakLampir</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8857-PEMBALASAN-THAI-SIANG-Lo-KUN</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Boen Hay Bio-Tangerang</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8852-Boen-Hay-Bio-Tangerang?goto=newpost</link>
			<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 13:55:21 GMT</pubDate>
			<description>sekedar informasi 
 
alamat website boenhaybio/ Vihara karunajala Serpong Tangerang, menjadi www.boenhaybio.tk, mudah2an berguna bagi para  tao yu</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>sekedar informasi<br />
<br />
alamat website boenhaybio/ Vihara karunajala Serpong Tangerang, menjadi <a href="http://www.boenhaybio.tk" target="_blank">www.boenhaybio.tk</a>, mudah2an berguna bagi para  tao yu</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/59-Tempat-Ibadah">Tempat Ibadah</category>
			<dc:creator>reinhard</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8852-Boen-Hay-Bio-Tangerang</guid>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[9 rintangan & 9 kesukaran dalam siu tao]]></title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8823-9-rintangan-9-kesukaran-dalam-siu-tao?goto=newpost</link>
			<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 01:43:50 GMT</pubDate>
			<description>Rekan2 Taoyu Ta Cia Siek Tao Hao , 
 
Suatu saat, pernah ada Tao Yu bertanya, Siu Tao itu susah atau gampang ? 
Kemudian saya jawab, dibilang gampang ya gampang, dibilang susah ya susah.  
Contoh nya : 
Ada seseorang yg berjodoh Siu Tao setelah...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Rekan2 Taoyu Ta Cia Siek Tao Hao ,<br />
<br />
Suatu saat, pernah ada Tao Yu bertanya, Siu Tao itu susah atau gampang ?<br />
Kemudian saya jawab, dibilang gampang ya gampang, dibilang susah ya susah. <br />
Contoh nya :<br />
Ada seseorang yg berjodoh Siu Tao setelah setengah abad bahkan lebih,entah karena baru ketemu Tao di umur itu atau sudah mengenal Tao  puluhan tahun sebelumnya. Ada juga yg usia muda sudah Siu Tao. <br />
Ada juga yg sudah Siu Tao beberapa tahun atau bahkan puluhan tahun berhenti, tidak Siu Tao Lagi. Namun lebih banyak lagi yg Siu Tao sampai akhir hayat. <br />
Mengapa ? <br />
9 Rintangan dalam Siu Tao &amp; 9 Kesukaran dalam Siu Tao menjelaskan mengapa Siu Tao dibilang gampang ya gampang, susah ya susah. <br />
<br />
9 RINTANGAN DALAM SIU TAO :<br />
1.Punya niat tak ada waktu<br />
2.Punya waktu tak ada kawan<br />
3.Punya kawan tak punya niat<br />
4.Punya Niat tak ketemu Guru<br />
5.Ketemu Guru tak mau mengerti<br />
6.Mau mengerti tak mau rajin<br />
7.Bisa rajin tapi tak bisa.  menjaga Tao nya<br />
8.Bisa menjaga Tao tapi tak bisa getol<br />
9. Bisa getol tapi tak bisa ikut lama <br />
<br />
9 KESUKARAN DALAM SIU TAO : <br />
1.Kurang sandang pangan<br />
2.Dihadang orang tua<br />
3.Terjerat percintaan<br />
4.Terjerat nama &amp; harta<br />
5.Banyak bencana<br />
6.Murtad tidak displin<br />
7.Banyak komentar yg tidak2<br />
8.Niatnya tdk membaja<br />
9.Lontang lantung habis waktunya<br />
<br />
Nah, rekan2 Tao Yu, Shi Xiong,  Shi Jie,  mari kita bahas satu persatu. <br />
Semoga bermanfaat bagi Tao Yu, karena TAO  sangat berharga.<br />
Xie Shen En.</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>Jogger</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8823-9-rintangan-9-kesukaran-dalam-siu-tao</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Kapan waktu baik untuk buka altar?</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8824-Kapan-waktu-baik-untuk-buka-altar?goto=newpost</link>
			<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 20:25:59 GMT</pubDate>
			<description>TCSTH, 
SS / SC tanya donk, kapan waktu yang baik / tepat untuk buka altar? 
Apakah imlek nanti waktu yang baik? 
apakah setelah ghay kwang shen shiang harus ping an yen? 
tolong bantuannya. 
Xie - Xie</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>TCSTH,<br />
SS / SC tanya donk, kapan waktu yang baik / tepat untuk buka altar?<br />
Apakah imlek nanti waktu yang baik?<br />
apakah setelah ghay kwang shen shiang harus ping an yen?<br />
tolong bantuannya.<br />
Xie - Xie</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/59-Tempat-Ibadah">Tempat Ibadah</category>
			<dc:creator>CUNYUK</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8824-Kapan-waktu-baik-untuk-buka-altar</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Apa alasannya manusia tidak bisa bereinkarnasi menjadi binatang?</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8809-Apa-alasannya-manusia-tidak-bisa-bereinkarnasi-menjadi-binatang?goto=newpost</link>
			<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 00:30:47 GMT</pubDate>
			<description>xixixixixixixixixixixixixi, membaca threadnya sdr teecu, maka ogut punya pertanyaan diatas ini, adakah yg bisa memberikan jawaban nalar yg cukup memuaskan bagi ogut?:?: 
 
terima kasih.</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>xixixixixixixixixixixixixi, membaca threadnya sdr teecu, maka ogut punya pertanyaan diatas ini, adakah yg bisa memberikan jawaban nalar yg cukup memuaskan bagi ogut?:?:<br />
<br />
terima kasih.</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>joe_as</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8809-Apa-alasannya-manusia-tidak-bisa-bereinkarnasi-menjadi-binatang</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Orang yang tingkatan spiritualnya tinggi, ibarat padi semakin berisi semakin merunduk</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8806-Orang-yang-tingkatan-spiritualnya-tinggi-ibarat-padi-semakin-berisi-semakin-merunduk?goto=newpost</link>
			<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 09:59:42 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[DJXDH, 
Adapun saya mengangkat topic ini, dengan maksud agar kita tidak terbius oleh oknum2 yang mengaku ilmunya tinggi, yang akan membodohi diri kita, membelenggu diri kita ke dalam hal2 yang tahayul, yang menghambat daya nalar & kesadaran diri...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>DJXDH,<br />
Adapun saya mengangkat topic ini, dengan maksud agar kita tidak terbius oleh oknum2 yang mengaku ilmunya tinggi, yang akan membodohi diri kita, membelenggu diri kita ke dalam hal2 yang tahayul, yang menghambat daya nalar &amp; kesadaran diri kita, dalam memandang dan menjalani realita kehidupan dan Siu Tao kita.<br />
<br />
Orang yang tingkatan spiritualnya atau ilmunya tinggi, ibarat padi semakin berisi semakin merunduk.<br />
Pepatah ini sangat tepat untuk menggambarkan seseorang yang tingkatan spiritualnya tinggi.<br />
Bahwa seseorang yang mendalami bidang spiritual terhitung sudah cukup lama, sudah cukup matang, sudah cukup tinggi kekuatan bhatinnya, biasanya dalam sikap kesehariannya sangat sederhana, rendah hati. Tutur bahasanya halus dan sopan.  Sifat dan sikap kelakuannya memberi nyaman dan damai orang disekitarnya.<br />
Sepintas malah seperti orang biasa, pemikirannya bijaksana, tidak suka menyebar ketahyulan &amp; mendidik dengan kecerdasan, bukan dengan cerita2 mistis.<br />
Dan memang orang seperti ini tepat diibaratkan seperti padi, yang semakin berisi semakin merunduk.<br />
<br />
Tetapi jika pernah menemui atau mungkin mengidolakan seseorang yang mengaku tingkatan spiritualnya tinggi, yang mengaku dekat dengan Tuhan / Dewa bahkan mengaku bisa berkomunikasi dengan Nya, yang mengaku kekuatan nya tinggi dan bisa ini atau itu, yang mengaku jasa yang diperbuatnya sangat tinggi, <br />
Tetapi sikap &amp; sifatnya sombong, arogan, merasa paling benar sendiri, emosinya mudah terbakar dan sedikit2 maunya berantem, dan klo tersinggung selalu menantang adu ilmu, atau bahkan menjelek2an Gurunya sendiri, <br />
Sepertinya pepetah padi tersebut, rasanya kok tidak pantas dan berlaku bagi orang itu.<br />
<br />
Jika kita mau berpikir secara nalar sehat, mungkin akan timbul tanda tanya dalam benak diri kita. Mengapa seseorang yang tingkatan spiritualnya tinggi, mengaku dekat dengan Tuhan/ Shen, tapi kok kelakuannya &amp; sifatnya tidak ubahnya seperti preman pasar, yang tidak berpendidikan, yang tidak mencerminkan sikap &amp; sifat teladan para Tuhan / Dewa / Nabi atau agama yang dianutnya.<br />
Orang seperti ini, tentu banyak bertebaran di dunia ini.<br />
Lalu apa yang membedakan antara orang sakti dengan orang yang tingkatan spiritualnya benar2 tinggi ?<br />
Bertemu orang seperti ini, jelas kita tidak boleh tertipu apalagi terbiusa sampai lupa diri.<br />
Tentunya umat Tao DSM yang Sien Yang Cen Tao, Bo Mi Kai Wu, tidak mudah &amp; tidak bisa tertipu.<br />
Kalaupun masih ada juga yang tertipu &amp; malah menipu, itu karena masih terbelenggu Ming &amp; Li, dan tidak mau rendah hati. Yang dilakukan oleh oknum2 yang tidak bertanggung jawab, yang terbelenggu oleh Ming &amp; Li membodohi dengan cerita2 mixin dan mistis.<br />
Sehingga orang yang mudah percaya pada gerak geriknya, percaya dengan kharismanya, percaya pada tipu muslihatnya, percaya dengan cerita2 mistis &amp; mixin.<br />
Sosok yang dibuat2 seolah penuh rahasia &amp; misteri, yang menarik perhatian orang2 yang nalarnya tidak dipakai.<br />
Padahal tidak ada sesuatu yang berarti yang bisa dilakukannya.<br />
Orang seperti itu diibaratkan bagai pedang tak bertuan, Berkharisma tapi tidak bermutu.<br />
Bius dari kemixinan &amp; kharisma tersebut mengakibatkan orang2 yang mengidolakan <br />
sosok berkharisma itu menjadi tiada nalar, tiada hati nurani, tiada kebudian. Mudah termakan isu, mudah diprovokasi, berpikir yang aneh2 &amp; bertindak brutal.<br />
Halusinasi dan imajinasinya membelenggu daya nalar &amp; kesadaranya terhadap realita kebenaran &amp; realita hidup yang ada.<br />
Jika dilihat2, hidup bahagia saja belum bisa terpenuhi, malah berpikir ingin sakti.<br />
Apakah benar yang diidolakan mamang terbukti sakti ?<br />
Apakah bisa menjalani hidup bahagia ?<br />
Apakah bisa hidup bermasyarakat dengan baik ?<br />
Apakah hidup berkeluarganya harmonis ?<br />
Ternyata jika dilihat, banyak yang belum bisa dibuktikan.<br />
<br />
Sangat disayangkan jika seandainya itu terjadi pada diri kita atau orang disekitar kita.<br />
Semoga saja hal ini tidak menimpa diri kita.<br />
Jika kita bertemu dengan teman atau saudara, kita bisa memberikan pengertian yang benar <br />
Atau jika diantara kita mulai ragu, kita bisa share dengan orang2 yang dianggap spiritualnya tinggi yang kita percaya.<br />
Hanya dengan mau rendah hati, membuka mata, telinga, pikiran &amp; kesadaran, <br />
Maka sesuatu yang asli akan terlihat, baik dalam diri sosok yang bobrok maupun sosok yang terpuji, agar kita tidak salah melangkah atau melangkah terlalu jauh sehingga sulit kembali lagi.<br />
Xie Shen En.</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>Jogger</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8806-Orang-yang-tingkatan-spiritualnya-tinggi-ibarat-padi-semakin-berisi-semakin-merunduk</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Adakah reinkarnasi dalam kehidupan ini?</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8793-Adakah-reinkarnasi-dalam-kehidupan-ini?goto=newpost</link>
			<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 06:18:39 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[da jia xue dao hao, 
 
salah satu perbedaan pokok ajaran TAO dengan ajaran lainnya adalah mengenai REINKARNASI>>>>>ajaran lain ada yang berani berkata " TIDAK ADA REINKARNASI">>>>>ajaran lain ada juga yang berkata " ADA REINKARNASI TERMASUK MENJADI...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>da jia xue dao hao,<br />
<br />
salah satu perbedaan pokok ajaran TAO dengan ajaran lainnya adalah mengenai REINKARNASI&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;ajaran lain ada yang berani berkata &quot; TIDAK ADA REINKARNASI&quot;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;ajaran lain ada juga yang berkata &quot; ADA REINKARNASI TERMASUK MENJADI BINATANG DAN BATU&quot;<br />
<br />
thread ini di buat karena ada yang sangat fanatik akan kebenaran ajarannya&gt;&gt;&gt;mereka dibutakan dan didoktrinasi sehingga buta akan kebenaran.<br />
<br />
nah sekarang kita berandai-andai, kalau memang tidak ada reinkarnasi maka pertanyaannya adalah :<br />
1. kenapa ada yang lahir di keluarga kaya dan ada yang lahir di keluarga miskin ?<br />
2. kenapa ada yang lahir cacat dan ada yang lahir jadi orang ganteng dan cantik? <br />
3. kenapa ada yang harus kerja seperti kerbau tapi duit ndak datang juga dan ada yang santai seumur hidup tapi duit datang terus?<br />
4. dan masih banyak pertanyaan lain&gt;&gt;&gt;&gt;<br />
<br />
apakah TUHAN itu seperti SUTRADARA film&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;kamu jadi peran aktor ganteng, kamu jadi pengemis bau, kamu jadi &quot;kerbau&quot; bertani di sawah, kamu jadi &quot;kuda&quot; penarik beca, kamu jadi &quot;anjing&quot; buat jagain orang, kamu jadi &quot;monyet&quot; dengan muka jelek, kamu jadi orang kaya, kamu jadi presiden, kamu jadi raja, kamu jadi narapidana dsbnya&gt;&gt;&gt;&gt;<br />
<br />
dimanakah letak KEADILAN dari TUHAN yang seharusnya MAHA ADIL, karena memberikan orang yang perannya lebih enak dan ada yang perannya lebih buruk hanya dengan dasar cap cip cup ???? kalau dikatakan semua orang kaya, ganteng, baik belum tentu kehidupannya enak&gt;&gt;&gt;&gt;maka sudah pasti minimal mereka sedikit lebih enak dibanding yang miskin, jelek dan berhati busuk&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;itulah ironi dalam kehidupan&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;<br />
<br />
dengan belajar ajaran TAO, kita menjadi mengerti bahwa semua itu adalah HUTANG PIUTANG dan SEBAB AKIBAT dari suatu kehidupan masa lalu sehingga membawa kita kepada kehidupan sekarang ini yang sesuai dengan &quot;peran&quot; masing2&gt;&gt;&gt;&gt;itulah yang dinamakan KEADILAN.<br />
<br />
jadi untuk bisa mendapatkan kehidupan berikutnya yang enak (kalau tidak tek tao) maka kita harus mengerti bahwa harus membayar hutang sebanyak2nya, mengurangi membuat hutang baru, melakukan perbuatan amal jasa sebanyak2nya (seperti piutang).<br />
<br />
kalau kita tidak bisa menyadarinya, maka di setiap kehidupan kita akan terus berkata &quot;Tuhan itu sangat tidak adil&quot; dan tidak pernah mau melakukan perubahan diri&gt;&gt;&gt;&gt;kita hanya bisa mengeluh sulitnya kehidupan, kita hanya bisa mengeluh dilahirkan tidak adil, kita hanya mengeluh dan mengeluh terus tanpa melakukan apapun untuk memperbaiki kualitas diri <br />
atau sebaliknya justru karena mendapatkan kehidupan atau peran yang lebih baik, malahan kita larut dalam kesenangan kehidupan ini mengganggap diri adalah &quot;amak mas&quot; Tuhan sehingga hidup boleh seenaknya, membuat banyak hutang baru dibanding menambah piutang&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;<br />
<br />
tapi kalau kita bisa belajar ajaran TAO dengan benar, maka kita akan selalu bisa berkata &quot;TAO itu memang adil&quot; dan kita akan terus memperbaiki kualitas diri dan terus berbuat kebajikan karena kita menyadari bahwa kalau kita tidak bisa menjadi shen/shien maka kita perlu menjaga neraca &quot;hutang piutang&quot; tsb sehingga dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya kita akan mendapatkan &quot;peran&quot; yang lebih baik, hidup yang lebih sejahtera, hidup yang tidak perlu banyak kekuatiran dan bisa berjodoh terus dengan ajaran TAO sehingga kebahagiaan hidup terus berlamgsung dari satu kehidupan ke kehidupan berikutnya.<br />
<br />
demikian pendapat teecu, mohon pencerahan dari ss/sc dan para member lainnya.<br />
<br />
xie xie</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>Teecu</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8793-Adakah-reinkarnasi-dalam-kehidupan-ini</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Mengapa ffs jauh lebih penting dari lainnya?</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8781-Mengapa-ffs-jauh-lebih-penting-dari-lainnya?goto=newpost</link>
			<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 01:11:51 GMT</pubDate>
			<description>xixixixixixixixixixixixixixixixi, membaca thread tentang hu yg dibuat oleh oknum berhati tidak senonoh (mpok lamper!), ogut jadi terpikir untuk membuat thread ini, supaya kawan2 yg belum taoyu bisa lebih terbuka mata hatinya dan punya keinginan...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>xixixixixixixixixixixixixixixixi, membaca thread tentang hu yg dibuat oleh oknum berhati tidak senonoh (mpok lamper!), ogut jadi terpikir untuk membuat thread ini, supaya kawan2 yg belum taoyu bisa lebih terbuka mata hatinya dan punya keinginan menjadi orang yg punya kekuatan spiritual seperti kami nantinya!:sure:<br />
<br />
<b>ogut pikir semua taoyu sudah mengerti kalo kita masing2 punya ffs yg bertugas membimbing kita! makin tinggi 'wu' seseorang maka ffs nya juga akan makin tinggi tingkatannya! 'wu' dalam hal ini termasuk didalamnya pengetahuan agama taonya; ilmiahnya; kongtek nya dsb! ........... hihihihihihihihihi, jadi kalo perilakunya tahyul melulu, maka jelas ffs nya akan kecewa berat, karena kerja ffs hanya berusaha menyadarkan taoyu ini dari kesesatannya azaa!<br />
sebaliknya taoyu yg 'wu' nya tinggi, maka ffs nya jelas akan naik pangkat juga, malahan taoyu ini kemungkinan besar akan mendapat ffs yg sangat tinggi pangkatnya sebagai pembimbingnya!</b>:sure:<br />
<br />
nah sekarang kembali ke kita, ada taoyu yg merasa bahwa semua kekuatan gaib adalah miliknya, sehingga sampai berani menulis kalo dia bisa membuat 'hu' dan cara menulis 'hu' nya sekalian! hehehehehehehe .............. orang seperti ini, mudah terjerumus dalam besar kepala dan kembali kejalan yg sesat nantinya!<br />
hanya taoyu yg mengerti apa itu 'wu fak jiu shi fak' dengan benar, dia baru mengerti bahwa semua yg dia peroleh adalah berkat MAHADEWA dan FFS pembimbingnya, bukan melulu power dia sebagai manusia biasa azaa!hehehehehehehehe<br />
<br />
nah kalo sudah sampai tingkatan 'wu fak jiu shi fak' apakah bila ingin melakukan sebuah keajaiban, atau katakanlah ingin menulis / melukis 'hu' masih pakai cara2 imajinasi manusia, pakai tarik napas dangkal dan dalam begitu?hihihihihihihihihihi:D:D:D:D:D<br />
kalo ada komentar, boleh nech ogut tanggapi nantinya!xixixixixi<br />
<br />
terima kasih.</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>joe_as</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8781-Mengapa-ffs-jauh-lebih-penting-dari-lainnya</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Xie Shen En</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8778-Xie-Shen-En?goto=newpost</link>
			<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 13:23:00 GMT</pubDate>
			<description><![CDATA[TCSTH, 
 
Dengan segala kerendahan hati, kini telah hadir web Xie Shen En (http://www.xieshenen.com) yang beralamat di www.xieshenen.com 
 
Mohon saran dan masukan dari Sesiung & Secie semua. 
 
Image:...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>TCSTH,<br />
<br />
Dengan segala kerendahan hati, kini telah hadir web <a href="http://www.xieshenen.com" target="_blank">Xie Shen En</a> yang beralamat di <a href="http://www.xieshenen.com" target="_blank">www.xieshenen.com</a><br />
<br />
Mohon saran dan masukan dari Sesiung &amp; Secie semua.<br />
<br />
<a href="http://images.xieshenen.com/4/20100113-xieshenen.png" rel="lytebox[44375]"><img src="http://images.xieshenen.com/4/20100113-xieshenen.png" style="max-width: 100px; max-height: 100px; cursor: pointer;" border="0" alt="" /></a><br />
<br />
Xie Shen En</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>zhangjia</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8778-Xie-Shen-En</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Majalah Meditao</title>
			<link>http://community.siutao.com/showthread.php/8777-Majalah-Meditao?goto=newpost</link>
			<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 12:16:45 GMT</pubDate>
			<description>TCSTH, 
 
Majalah Meditao kecintaan kita kini telah hadir secara online, di alamat www.majalahmeditao.com 
 
Semoga kehadiran Majalah Meditao Online bisa memberikan banyak manfaat bagi kita semua. 
 
Image:...</description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>TCSTH,<br />
<br />
Majalah Meditao kecintaan kita kini telah hadir secara online, di alamat <a href="http://www.majalahmeditao.com" target="_blank">www.majalahmeditao.com</a><br />
<br />
Semoga kehadiran Majalah Meditao Online bisa memberikan banyak manfaat bagi kita semua.<br />
<br />
<a href="http://lenterame.files.wordpress.com/2010/01/20100118-majalahmeditaocom.png?w=450&amp;h=300" rel="lytebox[44373]"><img src="http://lenterame.files.wordpress.com/2010/01/20100118-majalahmeditaocom.png?w=450&amp;h=300" style="max-width: 100px; max-height: 100px; cursor: pointer;" border="0" alt="" /></a><br />
<br />
Xie Shen En</div>

 ]]></content:encoded>
			<category domain="http://community.siutao.com/forumdisplay.php/9-Diskusi-Tao">Diskusi Tao</category>
			<dc:creator>zhangjia</dc:creator>
			<guid isPermaLink="true">http://community.siutao.com/showthread.php/8777-Majalah-Meditao</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
